BANTENRAYA.COM – Produksi padi di Kabupaten Serang mengalami kenaikan sebesar 17.504 ton dari tahun 2024 yang hanya mencapai 576.649 ton.
Pernyataan itu disampaikan oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah usai menghadiri acara panen raya dan pengumuman swasembada pangan bersama Presiden Prabowo Subianto melalui video conference.
Zakiyah mengatakan, produksi padi di Kabupaten Serang mampu menunjukan angka yang sangat baik, sehingga menjadi daerah penyumbang produski padi terbesar ke 3 di Provinsi Banten.
“Kita bisa meningkatkan produktivitas, saya yakin dengan berbagai dukungan baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi, produktivitas padi kita semakin meningkat,” ujarnya di Desa Margasana, Kecamatan Kramatwatu, Rabu 7 Januari 2026.
Ia menjelaskan, sampai akhir Desember 2025 produksi padi juga melampaui target atau surplus dari target 576.649 ton menjadi 594.153 ton.
BACA JUGA: 762 Hektare Lahan Padi di Kabupaten Serang Terendam Banjir, 99 Hektare Puso
“Jadi Alhamdulillah mohon dukungan dari semuanya. Kita tidak akan buka lahan baru, tapi kita ada peningkatan IP (indeks pertanian) sampai tiga kali panen dalam setahun, sehingga panennya meningkat,” katanya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, pada tahun 2024 produksi padi hanya mencapai 576.649 ton.
“Sedangkan untuk tahun 2025 produksi padi kita mencapai 594.153 ton. Sehingga kenaikan produksi 17.504 ton, jadi kita melampaui target 561.000 ton,” ujarnya.
Namun saat ini produktivitas padi dalam beberapa bulan terakhir mengalami hambatan sehingga banyak yang mengalami puso atau gagal panen.
“Lahan padi kita yang diterjang banjir seluas 1.091 hektar. Yang berhasil surut 442 hektar, dan yang puso di 212 hektar dan sisanya masih digenangi air,” katanya.
BACA JUGA: Produksi Padi Banten Naik 250 Ribu Ton Berkat Program Jaringan Irigasi
Ia menjelaskan, rata-rata usia tanaman padi yang mengalami gagal panen 10 sampai 15 hari sehingga pihaknya akan mengajukan bantuan benih untuk mengganti kerugian petani.
“Kita sudah bikin surat usulan usulan penggantian benih ke Dinas Pertanian Provinsi Banten, karena petani yang ikut asuransi usaha tani itu masih sangat minin,” jelasnya.***















