BANTENRAYA.COM – Seluas 762 hektare lahan padi diterjang banjir karena intensitas hujan yang cukup tinggi pada kurun waktu Oktober 2025 hingga 4 Januari 2026.
Dari angka tersebut terdapat 301 masih digenangi air banjir, 358 hektare berangsur surut dan 101 hektare mengalami puso atau gagal panen.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang Yuli Saputra mengatakan, sawah yang diterjang banjir itu tersebar di 11 Kecamatan.
“Ada di Kecamatan Kramatwatu, Padarincang, Tunjung Teja, Cinangka, Pontang, Mancak, Anyar, Ciruas, Tirtayasa, Lebak Wangi dan Kecamatan Cikande.Dari 762 hektare itu 358 hektare banjir sudah surut dan 101 hektare puso,” ujarnya, Minggu 4 Januari 2026.
Ia menjelaskan, bagi petani yang ikut asuransi usaha tani akan diberikan ganti rugi sebesar Rp6 juta rupiah perhekare, sedangkan yang tidak ikut asurasni akan diajukan ke Dinas Pertanian Provinsi Banten permohonan untuk pergantian benihnya.
“Biasanya kebijakan Dinas Pertanian Provinsi Banten ini langsung respon. Kita berikan pergantian benihnya untuk penanaman yang berikutnya,” katanya.
BACA JUGA : 7.021 Jiwa Terdampak Banjir Cilegon, BPBD Tak Bisa Pastikan Akibat Dari Tambang dan Industri
Yuli menuturkan, tanaman padi yang mengalami puso dipengaruhi oleh umur tanam dan lama rendaman air di sawah tersebut. “Misalnya sawah itu terendam lebih dari 3 hari itu potensi busuknya atau gagal panennya tinggi. Apabila terendam dalam satu hari itu masih besar terselamatkan,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, angka puso yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini diklaim lebih rendah daripada kasus puso pada beberapa tahun ke belakang.
“Kalau dari pengalaman dari tahun kemarin, angka pusonya yang terjadi hari ini lebih rendah dari tahun kemarin. Kita masih terus identifikasi dan berkoordinasi sama teman-teman di lapangan,” paparnya.
Terpisah salah Penyuluh pertanian BPP Pontang Hari Rismayadi Mengatakan, sawah yang teridentifikasi di Kecamatan Pontang seluas 10 hektare.
“Di desa Pulokencana terkena banjir 25 hektare yang puso 10 hektare. Sedangkan di Desa Sukajaya terkena banjir 50 hektare, pusonya belum teridentifikasi,” ujarnya.(***)


















