BANTENRAYA.COM – Aktifitas pendakian Gunung Pulosari di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, kembali menuai pro kontra. Pasalnya, meski jalur pendakian sudah ditutup sementara hingga akhir Desember 2025, namun masih menerima pendakian.
Yayan, warga Mandalawangi mengatakan, jalur pendakian Gunung Pulosari ditutup sementara berdasarkan hasil musyawarah paguyuban masyarakat peduli lingkungan.
“Dalam berita acara hasil musyawarah, sudah disepakati semua jalur pendakian Gunung Pulosari di non aktifkan sampai akhir tahun 2025,” kata Yayan, dikutip Bantenraya.com, disampaikan di akun Instagram miliknya, Kamis (4/12).
Camat Mandalawangi, Yani Sastra Negara membenarkan, jika beredar informasi jalur pendakian Cihunjuran menuju Gunung Pulosari kembali dibuka untuk umum.
BACA JUGA : Tebing Gunung Pulosari Longsor, Akses Pendakian Ditutup Sementara
Namun belum diketahui secara pasti informasi tersebut, karena jalur pendakian masih ditutup hingga akhir Desember 2025.
“Melihat di media sosial seperti itu (dibuka-red), yang via Cihunjuran. Kami dari unsur Musfika sangat menyayangkan kenapa ini dibuka, sedangkan cuaca masih ekstrim,” terangnya.
Untuk mengetahui informasi tersebut, kata Yani, pihaknya akan mempertanyakan alasan akses jalur Cihunjuran menuju Gunung Pulosari dibuka. Namun belum ada tanggapan dari pengelola.
“Tadi sudah saya panggil pengelolanya, alasannya sakit. Alasan kenapa dibukanya kurang tahu, kurang mendalami itu. Tapi nanti kami koordinasikan dulu,” ujarnya.
Dia menyebut, belum pernah mengeluarkan pengumuman pembukaan kembali jalur pendakian. Lantaran akses jalur pendakian Gunung Pulosari ditutup sementara hingga Desember 2025.
BACA JUGA : Penutupan Jalur Pendakian Gunung Pulosari Ditutup Tuai Pro Kontra, Perhutani Beberkan Alasan di Baliknya
“Justru kemarin kami dengan masyarakat, Muspika termasuk saya ada, kaya begitu (jalur pendakian ditutup),” katanya. (***)
















