BANTENRAYA.COM – Palang Merah Indonesia aatu PMI Kota Cilegon melakukan penanaman 1.200 pohon mangrove di Pulau Merak Besar, JUmat 28 November 2025.
Sebanyak 30 orang personel dari PMI Kota Cilegon di antaranya untuk tim pemeriksaan kesehatan, dukungan lapangan, logistik, dokumentasi, serta tim kerelawanan.
Penanaman ribuan pohon mangrove merupakan salah satu upaya pencegahan bencana abrasi terjadi di pesisir pantai.
BACA JUGA: Menunggu Harap-harap Cemas Revisi Undang-undang Perlindungan Konsumen
Wakil Ketua PMI Kota Cilegon Encep Nurdin mengatakan, penanaman mangrove tersebut bukan hanya sekedar kegiatan simbolis semata.
“PMI hadir bukan hanya dalam kegiatan kebencanaan, tetapi juga dalam upaya pelestarian lingkungan hidup,” katanya kepada Bantenraya.com, Jumat 28 November 2025.
Menurutnya, kegiatan tersebut sebagai bentuk salah satu upaya nyata melindungi ekosistem pantai dan pesisir.
BACA JUGA: APBD Cilegon 2026 Disahkan, Pemkot Klaim Mendukung Program Pembangunan Strategis
Sementara itu, Ketua Bidang PB PMI Kota Cilegon Hedi Jamhari menyampaikan, penanaman mangrove dapat menjadi penyangga alami untuk pesisir pantai di Pulomerak.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk antisipasi bencana untuk di pesisir pantai.
“Mangrove ini bisa menjadi penyangga alami yang sangat penting bagi pesisir Merak. Gerakan penanaman ini adalah bentuk pencegahan bencana ekologis yang berdampak pada masyarakat,” terangnya.
Di tempat yang sama Camat Pulomerak Hoeru Sanjaya, menyampaikan dukungan penuh kepada seluruh pihak yang telah membantu melestarikan dan menjaga lingkungan pesisir pantai Merak.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut dapat menjadi investasi lingkungan untuk wilayah Kecamatan Pulomerak.
“Semoga apa yang dilakukan hari ini menjadi investasi lingkungan bagi masa depan Pulomerak,” harapnya.
Menurutnya, tanaman mangrovr dapat memberikan banyak manfaat untuk lingkungan sekitar.
“Mangrove yang ditanam ini dapat memberikan manfaat bagi ekosistem, pesisir, dan masyarakat sekitar.” pungkasnya. ***

















