BANTEN RAYA.COM – Gerakan Mahasiswa Al Khairiyah (Gema) kembali melakukan audiensi dengan Bagian
Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon Rabu (10/9). Mahasiswa tetap kukuh meminta pemerintah memfasilitasi beasiswa meski tidak didapatkan dari program Beasiswa Cilegon Juare.
Ketua Gema Supardi menyatakan, mahasiswa tetap meminta agar pemerintah memfasilitasi pemberian beasiswa kepada 111 mahasiswa Universitas Al Khairiyah dan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Khairiyah. Hal itu, karena faktanya para mahasiswa tersebut masuk dalam kategori tidak mampu.
“Kami sudah survei jadi secara data masuk ke desil 6 sampai 10. Tapi fakta di lapangan para mahasiswa tersebut orang tidak mampu dan harusnya masuk ke desil 1 sampai 5. Makanya kami tetap meminta pemerintah bagaimana caranya memfasilitasi para mahasiswa tersebut mendapatkan beasiswa apakah dari hibah, CSR atau lainnya itu mekanismenya ada di pemerintah,” katanya, Rabu (10/9).
Supardi menyatakan, jika tidak diberikan maka ada potensi para mahasiswa tersebut berhenti kuliah, sehingga diharapkan bisa terfasilirasi.
“Bisa nantinya tidak kuliah. Karena memang datanya secara fakta tidak mampu. Kami harapkan ini bisa difasilitasi,” tegasnya.
Agar Teraliri Listrik Warga Minta PSEL Dibangun di Gunungsari dan Mancak
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Kesra Setda Kota Cilegon Rahmatullah menjelaskan, pihaknya mengerti dengan kondisi tersebut, sehingga langkah Kesra memfasilitasi agar aspirasi disampaikan kepada pimpinan dan ada solusi dari semuanya.
“Kami akan sampaikan kembali ke Pimpinan. Kami sudah menjelaskan untuk tahun depan akan diakomodir dam didorong melalui Dinsos agar datanya bisa masuk ke desil 1 sampai 5. Itu yang kami sampaikan untuk tahun depan akan diakomodir,” ungkapnya.
Rahmatullah menyampaikan, untuk mekanisme Baznas dan CSR tentu saja itu akan menjadi opsi. Untuk bisa ke perusahaan butuh waktu dan juga tentu mekanismenya akan ada di perusahaan yang memutuskan.
“Yang pasti kami fasilitasi untuk perusahaan juga bisa membantu. Namun, butuh waktu dan proses. Untuk Baznas juga tentu saja terbatas. Namun intinya akan kami sampaikan ke pimpinan dan pasti akan diupayakan untuk difasilitasi,” jelasnya.
Rahmatullah menyatakan, untuk Unival sudah ada sebenanya kurang lebih 70 orang yang terfasilitasi beasiswa, sementara STIT sebanyak 30 orang.
“Secara data cukup banyak untuk Al Khairiyah,” pungkasnya. (***)















