BANTENRAYA.COM – Gedung eks Matahari di Jalan A Yani, Kelurahan Jombang Wetan, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon direncanakan untuk dirobohkan.
Rencana tersebut dicanangkan karena konstruksi gedung eks Matahari sudah tidak memungkinkan untuk dipakai kembali.
Pantauan Bantenraya, kondisi gedung eks Matahari sudah kotor dan kini sudah digenangi air di area parkir rubanah. Tembok gerung juga ditumbuhi sejumlah pohon benalu yang cukup rimbun.
Baca Juga: Gaya Pemerintahan Dimyati Bisa Tiru kepemimpinan Wahidin Halim
Berdasarkan kajian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kota Cilegom, kondisi konstruksi gedung eks Matahari juga diperkirakan sudah mengalami kemiringan.
Tidak hanya itu saja, area sekitar gedung eks Matahari sendiri berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) sudah merupakan hak aset milik Pemkot Cilegon.
Di mana, Pemkot sudah memenangkan sengketa terhadap sejumlah pemohon untuk gedung sekitar Matahari tersebut.
Baca Juga: 10 Ucapan Peringatan Hari Air Terjun Sedunia 2025, Penuh Makna Cocok Dibagikan di Medsos
Walikota Cilegon Robinsar menjelaskan, dirinya sudah mendapatkan laporan jika kondisi gedung baik secara kemiringan dan konstruksi sudah tidak layak.
“Sudah tidak layak. Jadi nanti akan dirobohkan dulu,” katanya, Jumat 13 Juni 2025.
Ia menyatakan, dirinya belum tahu nanti akan digunakan untuk apa lahannya nanti jika sudah diratakan.
Baca Juga: SPMB Banten 2025, Cek Jadwal dan Syarat Masuk SMA-SMK Sederajat
“Belum tahu. Namun, yang pasti tidak bisa dipakai lagi karena membahayakan,” ucapnya.
Robinsar membenarkan, jika kondisinya juga sudah sangat tidak layak. Namun, ke depan tentu harus ada kajian yang matang diperuntukkan apa nantinya.
“Nanti akan dikaji lagi. Pastinya sudah tidak layak dan dirobohkan dahulu,” jelasnya yang tidak menerangkan kapan waktunya dirobohkan.
Baca Juga: Kabar Duka! Gusti Irwan Meninggal Dunia, Inilah Profilnya
Warga sekitar Basir menyampaikan, kondisi gedung sekarang sudah tidak pagi dipakai untuk aktivitas pemerintahan seperti sebelumnya.
Saat dijadikan tempat galeri UMKM juga tidak ada yang mengisi karena kondisinya sudah sepi.
“Tidak lagi dipakai. Karena memang kondisinya sepi dan area parkir bawah sudah dipenuhi air,” pungkasnya. ***


















