BANTENRAYA.COM – Belanja modal Pemerintah Kota atau Pemkot Cilegon pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD 2025-2030 dinilai masih terlalu kecil.
Seharusnya belanja modal pada setiap tahun anggaran masih bisa dinaikkan hingga 30 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD di setiap tahunnya.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Cilegon Rahmatulloh mengatakan, belanja modal pada RPJMD 2025-2029 yang naskahnya telah diterima DPRD Kota Cilegon dinilai sangat kecil.
Pada 2026, belanja modal hanya sekitar Rp303 miliar dari APBD Rp2,2 triliun. Pada 2027, belanja modal yang diproyeksikan Rp338 miliar dari APBD sebesar Rp2,3 triliun. Pada tahun 2028, belanja modal yang diproyeksikan Rp311miliar dari APBD sebesar Rp2,4 triliun. Pada tahun 2029, belanja modal hanya diproyeksikan Rp357 miliar dari APBD sebesar Rp2,4 triliun.
“Belanja modal 2027 lebih besar daripada 2028, itu bagaimana?,” katanya.
Baca Juga: Pastikan Namamu Ada! Cara Cek Jadwal dan Penerima BSU 2025 BPJS Ketenagakerjaan
Pada 2030, target belanja modal Rp432 miliar dengan APBD Rp2,5 triliun.
“Belanja modal jika dianggarkan hanya 300 miliar sama saja krisis membangun, belanja barang dan jasa itu belanja habis pakai, tidak begitu berpengaruh outputnya,” kata Rahmat kepada Bantenraya.com pada Minggu, 15 Juni 2025.
Dikatakan Rahmat, untuk belanja pegawai yang menyedot anggaran paling besar juga harus ditinjau lagi efektivitasnya.
“Belanja pegawai harus dicek kebenarannya berapa jumlah ASN (Aparatur Sipil Negara) dan honorer yang dibayar menggunakan APBD, apakah sudah terverifikasi atau belum,” tandasnya.
Baca Juga: Wakil Walikota Nur Agis Aulia Nyapu Alun-alun Barat Kota Serang
Dari rancangan RPJMD yang diterima pihaknya, kata Rahmat, komponen belanja modal hanya sekitar 13 persen dari APBD yang dinilai masih sangat jauh dari kebutuhan masyarakat dalam konteks pembangunan.
“Komposisi ideal belanja modal dalam APBD tahunan yaitu 30 persen, dengan demikian setelah kami melihat Rancangan RPJMD ini, kami tidak melihat adanya upaya serius dari Pemkot Cilegon untuk menaikkan komposisi belanja modal dari tahun ke tahun,” tegasnya.
Politisi Partai Amanat Nasional atau PAN ini juga meyoroti perlunya menaikkan belanja modal untuk meningkatkan pembangunan baik Kesehatan, Pendidikan, infrastruktur jalan, jembatan, drainase dan yang lainnya.
“Belanja modal itu pengeluaran pemerintah untuk memeroleh atau meningkatkan aset, yang memiliki manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Belanja barang dan jasa merupakan pengeluaran pemerintah untuk memeroleh barang dan jasa yang habis pakai,” tuturnya.***

















