BANTENRAYA.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang mengklaim jalan kewenangan Kota Serang yang kondisinya belum mantap hanya tersisa 18 persen.
Kendati demikian, DPUPR Kota Serang optimis sisa 18 persen jalan yang belum mantap bakal beres tahun 2027.
Perihal sisa 18 persen jalan yang belum mantap ini disampaikan Kepala DPUPR Kota Serang Iwan Sunardi.
Kepala DPUPR Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan, perbaikan jalan dilakukan di beberapa titik hasil pengaduan masyarakat maupun pemantauan tim DPUPR Kota Serang.
“Yang kemarin dilaksanakan itu ada kurang lebih 4 titik yang terletak di Kecamatan Walantaka, dan juga di area Kecamatan Serang, Kelurahan Kaligandu dan beberapa titik lainnya yang tersebar,” ujar Iwan, kepada Bantenraya.com, Kamis 5 Maret 2026 di Setda Pemkot Serang.
Ia menyebutkan, anggaran pemeliharaan jalan tahun 2026 hanya kurang dari Rp 5 miliar.
“Anggaran pemeliharaan tahun ini Rp 4,68 miliar. APBD Kota Serang,” sebut dia.
Iwan mengatakan, kondisi jalan Kota Serang yang sudah mantap mencapai 82 persen, tersisa 18 persen.
“Yang 18 persen ini in syaa Allah di 2026 sudah berkurang lagi, karena kita sudah banyak pekerjaan betonisasi. Kita akan coba rekap sisanya tinggal berapa persen lagi,” sebutnya.
Meski tersisa 18 persen, pihaknya memprediksi kondisi jalan mantap di Kota Serang bakal kelar di tahun depan.
BACA JUGA: BUMDes Teluk Terate Ternak 12 Ribu Ikan Lele, Diklaim Sumbang Pendapatan Desa
“Kalau 2026 belum. Kemungkinan di 2027. In syaa Allah mudah-mudahan dengan penganggaran ideal terhadap kondisi jalan supaya lebih mantap lagi,” terang Iwan.
Iwan juga meminta masyarakat untuk sedikit bersabar jika jalan di lingkungannya masih rusak atau belum diperbaiki, mengingat masih musim hujan.
Ia menjelaskan, pihaknya harus melakukan kajian terlebih dahulu sebelum melakukan pemeliharaan jalan, jangan sampai baru diselesaikan pekerjaannya, setelah turun hujan, jalan rusak kembali, karena masyarakat kadang-kadang jalannya rusak mereka ingin segera jalannya diperbaiki.
“Jadi untuk bersabar kita juga memikirkan kondisi supaya jalan itu tidak cepat rusak ketika setelah pengerjaan selesai,” tandas dia.***

















