BANTENRAYA.COM – Qualcomm baru saja memperkenalkan system on chip terbarunya yang akan digunakan di ponsel yaitu Snapdragon 8 Gen 1.
Chipset Snapdragon 8 Gen 1 untuk segmen ponsel flagship ini dibekali sejumlah peningkatan dibanding pendahulunya, Snapdragon 888.
Salah satu peningkatan pada Snapdragon 8 Gen 1 adalah pada aspek kamera yang kini dibekali prosesor pengolahan gambar (ISP) Always-On.
Baca Juga: Nilai Ekspor dan Impor Banten Oktober 2021 Menyusut
Sensor penginderaan yang selalu aktif atau always-on sensor untuk keperluan membuka kunci ponsel secara otomatis dan layar anti-intip.
Tidak lama setelah diumumkan, fitur baru kamera Snapdragon 8 Gen 1 ini memantik rasa khawatir pengguna karena disebut dapat mengancam privasi.
Alasan utamanya, fitur ini dikhawatirkan bakal selalu merekam gambar melalui kamera bahkan ketika ponsel tidak sedang digunakan oleh pengguna.
Baca Juga: Potret Bupati Lebak Mencoba Mobil Listrik Buatan Korea Selatan dari PLN
Dikutip Bantenraya.com dari berbagai sumber, fitur kamera Always-On juga dikhawatirkan dapat dibagikan ke pihak ketiga atau disalahgunakan.
Sebenarnya, Qualcomm mendesain fitur Always-On di kamera Snapdragon 8 Gen 1 ini untuk mempermudah pengguna ketika membuka kunci ponsel menggunakan teknologi pendeteksi wajah atau face unlock.
Dengan fitur ini, pengguna tak perlu lagi repot-repot mengetuk layar atau mengambil ponsel untuk membuka kunci ponselnya.
Sebab, fitur kamera Always-On bakal secara aktif mendeteksi wajah pengguna.
Karena selalu melacak wajah pengguna, fitur kamera Always-On juga bisa mendeteksi wajah orang asing yang mungkin sedang mengintip ponsel pengguna.
Di sinilah bedanya fitur kamera Always-On dengan face unlock pada umumnya.
Saat wajah orang lain terdeteksi, fitur kamera Always-On di chipset Snapdragon 8 Gen 1 dapat secara otomatis mengunci ponsel.
Selanjutnya menyembunyikan notifikasi agar tidak ditampilkan di layar. Jadi, orang asing tidak dapat melihat layar ponsel pengguna.
Sebenarnya konsep fitur kamera Always-On di chipset Snapdragon 8 Gen 1 ini disebut-sebut mirip seperti fitur mikrofon always-on.
Baca Juga: Tujuh Pejabat Eselon II Kota Serang Dilantik Bada Jumat Keramat
Fitur tersebut sudah hadir di berbagai merek smartphone selama bertahun-tahun.
Mikrofon always-on digunakan untuk mendengarkan perintah suara atau voice command melalui asisten virtual seperti Google Assistant dan Siri.
Asisten virtual ini akan berada dalam mode siaga hingga asisten berhasil mendeteksi suara pemilik ponsel, misalnya dengan mengatakan “Hi Siri” atau “Ok Google”.
Baca Juga: Laura Tuntut Gaga Muhammad Gegara Lumpuh Total, Raffi Ahmad Hingga Atta Halilintar Beri Dukungan
Google selaku pemilik Google Assistant sendiri mengakui bahwa perusahaannya memanfaatkan software asisten virtual buatannya itu untuk merekam audio di ponsel pengguna secara diam-diam.
Bahkan ketika asisten pintar itu tidak dipanggil dengan mengucap ‘Ok Google’.
Hal itu dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan teknologi speech recognition atau pengenalan ucapan untuk bahasa-bahasa lain yang digunakan pengguna.
Baca Juga: Profil Lengkap, Biodata dan Agama Pemain Film Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas
Dalam mode siaga, kamera ponsel akan mendeteksi gambar atau wajah yang setiap kali muncul di depan layar.
Ketika sewaktu-waktu wajah pemilik ponsel terdeteksi, fitur ini bisa langsung membuka kunci ponsel.
Selain itu, selama kamera Always-On aktif, fitur ini bakal menghimpun data yang berpotensi untuk dibagikan atau disalahgunakan. ***



















