BANTENRAYA.COM- Walikota Cilegon Helldy Agustian terkejut setelah mengetahui jumlah warga Kota Cilegon yang mengalami gangguan jiwa.
Helldy mengetahui jumlah warga Kota Cilegon yang mengalami gangguan jiwa pada peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tingkat Kota Cilegon, pada Kamis 21 Oktober 2021.
Di Kota Cilegon ada 794 orang yang mengalami gangguan jiwa yang sering disebut orang dengan gangguan jiwa atau ODGJ.
“Saya kaget setelah tahu datanya segini,” kata Helldy dalam sambutan di Hari Kesehatan Jiwa Sedunia tingkat Kota Cilegon, Kamis 21 Oktober 2021.
Berbagai faktor penyebab ODGJ bermacam-macam, seperti cemas dan frustasi.
“Harus ada sosialisasi serta arahan sebelum terjadi ODGJ, sosialisasi ini perlu, apalagi ini dokter-dokter Puskesmas pada hadir,” ujarnya.
Baca Juga: Eks Napi Teroris Tanam 100 Ribu Batang Pohon Kopi di Gunung Karang Pandeglang
794 ODGJ yang dimaksud, kata Helldy, bukan termasuk gelandangan yang ada di jalanan.
“Kalau yang gelandangan di jalanan itu buangan dari luar kota, nah ini yang warga Kota Cilegon,” jelasnya.
Helldy juga mempunyai wacana membangun rumah sakit lima lantai yang didalamnya juga ada perawatan untuk gangguan jiwa.
Baca Juga: Daftar Harga Tiket World Superbike Mandalika, Terendah Rp795.000 Ribu Tertinggi Rp19.500.000
“Kami sudah minta Puskesmas mendata ODGJ di masing-masing wilayahnya untuk diklasifikasikan ringan, sedang dan berat, apakah perlu membangun ruang baru khusus untuk yang yang gangguan jiwa di RSUD atau tidak,” terangnya.
Pengobatan bagi ODGJ gratis, kata Helldy pasca pengobatan juga akan ada pendampingan pelatihan agar para ODGJ bisa terus berkarya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Cilegon Ratih Purnamasari mengatakan, penyebab seseorang mengalami gangguan jiwa bermacam-macam, seperti harapan jauh dari kenyataan.
Baca Juga: Jadwal Liga Italia Pekan Ini, AS Roma Sambut Napoli, Inter Milan Jamu Juventus
“Masing-masing punya kekuatan jiwa, kekuatan jiwa seseorang berbeda-beda. Semua harus bisa mengelola stres,” ucapnya.
Ratih mengimbau, pencegahan gangguan jiwa yang paling utama dari lingkungan keluarga. Usia remaja, menjadi yang berisiko akan gangguan jiwa.
“Usia-usia remaja harus dekat dengan orang tua, biasanya usia-usia itu jauh dari orang tua. Kehadiran orang tua sangat penting sebagai tempat keluh kesah,” ujarnya. ***

















