BANTENRAYA.COM – Pemberian gelar Doktor Honoris Causa Raffi Ahmad dari Universal Institute of Professional Management (UIPM) di Thailand menuai polemik.
Pasalnya, tak sedikit yang mempertanyakan terkait UIPM Thailand yang memberikan gelar kehormatan kepada Raffi Ahmad tersebut.
Terlebih, publik merasa ada kejanggalan atas gelar doktor kehormatan pada jurusan Manajemen Acara dan Pengembangan Digital Global yang diterima Raffi Ahmad.
Baca Juga: Dimulai 2025, Pasar Kranggot Cilegon Dapatkan Suntikan Dana Rp30 Miliar untuk Revitalisasi
Seperti kredibilitas hingga alamat kampus yang berlokasi di Thailand yang sebelumnya telah ditelusuri oleh netizen Indonesia yang tinggal di Negeri Gajah Putih tersebut.
Dari penelusuran yang dibagikan secara rinci perihal rutenya, sang netizen dengan akun X (sebelumnya Twitter) @IbrahimNiar itu justru mendapati hal tak terduga.
Alih-alih kampus atau lembaga pendidikan lainnya, sang pemilik akun tersebut hanya menemukan sebuah hotel atau hunian apartemen.
Baca Juga: Dana Kampanye Paslon Pilkada Pandeglang Maksimal Rp200 Miliar, Begini Alokasinya
Tak sampai disana, UIPM yang disebut memiliki bangunan di Indonesia tepatnya di Bekasi itu juga turut ditelusuri oleh salah seorang netizen.
Hal tersebut dibagikan oleh akun X dengan username @vincentstefs pada Senin, 30 September 2024.
Melalui utasnya, sang pemilik akun yang menyebut bahwa dirinya merupakan warga Bekasi yang kediamannya dekat dengan kampus tersebut.
Baca Juga: Akibat Korsleting Listrik, Rumah Warga di Pagelaran Hangus Terbakar
Rute yang dijelaskan pemilik akaun tersebut dibagikannya secara detail lengkap dengan bangunan-bangunan yang ditemuinya.
Namun sesampainya di lokasi kampus yang tertera, dirinya justru tidak mendapati kampus tersebut.
Lantaran, lokasi yang didatanginya tersebut hanyalah sebuah vOffice atau penyedia ruangan jika perusahaan ingin memiliki kantor kecil.
Baca Juga: Kesal Karena Sang Pacar Dilecehkan, Pria di Makassar Ini Aniaya Pelaku Hingga Tewas
“Jadi yaaa si ‘kampus’ cuma sewa ruangan kecil aja,” ungkapnya.
“Ga ada wujud kampusnya, ga ada kelas pembelajarannya,” pungkasnya.***
















