BANTENRAYA.COM – Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah meninjau gedung SDN Sukamaju, di Desa Tanara, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang yang mengalami kerusakan berat.
Kerusakan tersebut mengakibatkan sekolah tidak lagi menjadi tempat yang aman bagi siswa karena kondisinya cukup memrihatinkan dan sangat membahayakan.
Zakiyah mengatakan, pihaknya mendapatkan aduan dari masyarakat sehingga langsung mendatangi sekolah yang saat ini membutuhkan perhatian serius.
“Berdasarkan aduan dari masyarakat. Kita berkunjung ke SDN Sukamaju. Kondisi sekolah sungguh memrihatinkan,” ujarnya di lokasi, Senin, 30 Juni 2025.
Baca Juga: Daftar Puasa Ayyamul Bidh pada Muharram 1447 Hijriyah, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niat
Ia menjelaskan, ambruknya bangunan gedung SDN Sukamaju tersebut terjadi karena kayu-kayu mulai taput akibat termakan usia, pasalnya sekolah tersebut sudah berdiri sejak tahun 1978.
“Yang rusak parah itu ada satu ruangan. Tapi sebetulnya semuanya di senggol dikit saja sudah ambrol. Sekolah ini dibangunan dari tahun 1978,” katanya.
Zakiyah menuturkan, pembangunan sekolah tersebut akan menjadi prioritas dan pihaknya berupaya menyediakan anggaran baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD maupun Dana Alokasi Khusus atau DAK.
“Inj menjadi prioritas untuk anggaran di tahun 2026. Jadi insya Allah mohon doanya nanti kita anggarkan melalui anggaran yang tercepat baik dari APBD dan DAK,” jelasnya.
Baca Juga: Rahmad Darmawan Jadi Pelatih Liga Indonesia All Stars di Piala Presiden 2025
Kepala Sekolah SDN Sukamaju Samuti mengatakan, kerusakannya mulai terjadi sejak tahun 2020 sudah rusak dan terakhir dilakukan renovasi pada tahun 2006.
“Untungnya ambruknya malam jadi tidak ada korban jiwa. Total ada lima ruang kelas, yang rusak parah paling satu kelas. sehingga saya menyekat teras supaya anak-anak tetap belajar,” ujarnya.
Ia berharap, SDN Sukamaju bisa segera dibangun supaya para siswa dapat belajar dengan nyaman tanpa mengkhawatirkan sekolah tersebut ambruk.
“Mudahan ini bisa direhab dan dibangun karena saya selaku kepala sekolah merasa khawatir. Selama ini anak belajar dibawah ancaman keselamatan,” katanya.***


















