BANTEN RAYA.COM – Salah satu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) jenis olahan Ikan Asap di Kampung Tubui, Desa Waringinkurung, Kecamatan Waringinkurung semakin eksis. Pasalnya olahan Ikan Asap tersebut sudah dikirim hingga berbagai kota besar seperti Tangerang, Bogor, hingga Bandung.
Produsen Ikan Asap Mulyaningsih mengatakan, dalam satu kali produksi pihaknya mampu menghasilkan olahan sebanyak 30 kilogram.
“Untuk produksi biasanya sebanyak 30 kilo dengan proses pengerjaan selama tiga hari. Untuk penghasilan alhamdulillah saya bisa memenuhi kebutuhan keluarga saya dengan para karyawan saya,” ujarnya saat ditemui di tempat usahanya, Senin (5/5).
Ia menjelaskan, dengan bahan dasar ikan yang produksi UMKM tersebut dilakukan dengan cara di asap menggunakan sebuah mesin yang dinamakan smokehouse.
“Alhamdulillah saya dapat bantuan mesin ikan asap ini dari KKP (kementrian kelautan dan perikanan) termasuk bantuan rumah produksi yang dibantu melalui dinas Perikanan Kabupaten Serang. Ikan dikemas dengan semenarik mungkin,” katanya.
Baca Juga: Pemkot Serang Bakal Bongkar Bangunan Penyebab Banjir di Sumber Maja
Wanita yang disapa Amoy itu menuturkan, bahan dasar berupa ikan-ikan segar yang langsung didapatkan dari tempat pelelangan ikan di Karangantu.
“Ikan asap itu ada beberapa jenis ikan seperti ikan pari, ikan manyung, ikan tuna, ikan gabus, ikan cucup. Bahan produksi jenis ikan yang sudah banyak dikenal oleh banyak orang,” jelasnya.
Olahan ikan asap tersebut merupakan produk unggulan yang sudah terjual ke kota-kota besar seperti Bogor, Bandung, Tangerang, dan beberapa kabupaten kota di Provinsi Banten. “Yang paling mahal ikan gabus untuk ukuran 250 gram itu harganya Rp25.000 sampai dengan Rp30.000. Tapi perkilo dari mulai Rp100.000 sampai Rp170.000,” paparnya.
Ia mengungkapkan, selain Ikan Asap terdapat berbagai macam olahan yang diproduksi seperti bandeng presto, kerupuk amplang, sambel kering rebon, dan abon ikan. “Selain perikanan ada produk lain black darlik dari bawang putih tunggal, ini produk herbal yang banyak manfaatnya. Untuk ikan asap ini sekarang lagi proses lebel uji dari BPOM (badan pengawas obat dan makanan),” tuturnya. (***)


















