BANTENRAYA.COM – Sediakan ruang berkumpul untuk warganya, Lurah Kebonsari Asep Muzayin membangun saung dengan nama Bengkel Inovasi tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon.
Kelurahan Kebonsari yang berada di Kecamatan Citangkil, memiliki ruang khusus untuk dapat dijadikan tempat berkumpul acara masyarakat.
Lurah Kebonsari Asep Muzayin mengatakan, dirinya membangun saung tersebut sejak 2 tahun yang lalu untuk memudahkan warganya mengadakan kegiatan.
“Karena ingin ada tempat wadah aspirasi warga, kalau di kantor terbatas tempat dan waktunya,” katanya kepada Banten Raya, Minggu 25 Januari 2026.
Ia mengungkapkan, pembangunan saung tersebut menggunakan anggaran pribadi, bukan dari APBD.
“Pembangunan dari anggaran pribadi, non budgeter,” ungkapnya.
BACA JUGA : 3 Lingkungan di Kebonsari Cilegon Akan Ditambah Sodetan dan Tandon, Jadi Prioritas Lurah Tangani Banjir
Saung yang dibangun tanpa APBD itu dinamai Bengkel Inovasi karena dijadikan sebagai tempat perkumpulan warga Kelurahan Kebonsari hingga memberikan inovasi yang cukup menarik.
Bengkel Inovasi dibangun oleh Lurah Kebonsari yang berada di Lingkungan Delingseng.
“Jadi tempat ini bisa untuk berkomunikasi warga dengan Pak Lurah atau kegiatan lain seperti pemuda, nonton bola, musisi, dan lain-lain,” jelasnya.
Terpantau di lapangan, pada Bengkel Inovasi itu terdapat penunjang fasilitas yang dapat digunakan oleh warganya.
“Di sini kami sediakan Wifi untuk mempermudah warga yang sedang berkumpul, ada Tv juga, kipas angin supaya tidak kepanasan, ada tambahan lukisan biar estetik,” tuturnya.
Untuk warga yang ingin mengadakan kegiatan di saung itu, maka tak perlu repot membuat administrasi persyaratan.
Tetapi, cukup konfirmasi saja kepada Lurah Kebonsari Asep Muzayin secara langsung atau melalui pesan singkat.
“Pinjamnya ga perlu pakai surat, tinggal bilang saja kapan waktunya dan untuk acara apa,” ujarnya.
BACA JUGA : Dukung Pengembangan UMKM, Kelurahan Kebonsari Wacanakan Pembangunan Gapura Sentra Gipang
Selain itu, saung yang dijadikan sebagai Bengkel Inovasi juga pernah dijadikan untuk Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek).
Dari Posyantek tersebut Kelurahan Kebonsari membuat mesin pemotong singkong hingga meraih Juara 2 di Tingkat Provinsi Banten.
Mesin potong itu bisa memotong sebanyak 100 kg singkong dalam waktu sebentar, hanya 40 menit saja.
“Alhamdulillah di Bengkel Inovasi ini pernah menjadi Posyantek membuat
mesin potong singkong di tingkat Provinsi Banten Juara 2,” pungkasnya. (***)


















