BANTENRAYA.COM – Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon sangat mendukung perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM memanfaatkan digitalisasi dalam pemasaran produk.
“UMKM prioritas kami, kalau di Kelurahan Kebonsari ini mayoritasnya produksi gipang,” kata Asep Muzayin selaku Lurah Kebonsari kepada Banten Raya, Senin 19 Januari 2026.
Berdasarkan data Kelurahan Kebonsari terdapat delapan industri rumahan produksi gipang yang aktif berproduksi pada setiap harinya.
BACA JUGA: Plaza Banten Buka Peluang Belanja OPD Lebih Diarahkan ke Produk UMKM
Biasanya satu UMKM gipang di Kelurahan Kebonsari bisa melakukan produksi gipang sebanyak 2 ribu toples dalam sebulan, terutama menjelang Lebaran Idul Fitri.
“Biasanya mau lebaran begini para penjual gipang di wilayah Kebonsari ini sudah menyiapkan bahan-bahannya untuk membuat gipang,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, para UMKM di Kelurahan Kebonsari sangat mendukung penjualan UMKM dari digitalisasi media sosial.
“Harus mengimbangi zaman ya aktif media sosial, Alhamdulillah UMKM di sini beberapa sudah aktif berjualan di media sosial,” ungkapnya.
BACA JUGA: Empat Tahun Rumah Berdaya Cilegon, Konsisten Dampingi Ratusan UMKM Naik Kelas
“Yang belum terlaksana itu inginnya saya membuat gapura selamat datang UMKM Kebonsari,” tuturnya.
Menurutnya, pengembangan UMKM terutama gipang dapat dipromosikan dengan baik salah satunya disediakan tempat khusus.
“Ini PR nya mencari tempatnya dimana, dan kalau membuat ruang atau gapuranya itu sudah pasti dari non budgeter,” pungkasnya.***















