BANTENRAYA.COM – 3 lingkungan di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon akan ditambah sodetan dan tandon dan menjadi prioritas Lurah Kebonsari dalam menangani banjir.
Selama satu awal Januari 2026 ini beberapa wilayah Kota Cilegon mengalami terjadinya banjir karena cuaca ekstrem yang masih terjadi.
Hal tersebut dilakukan Pemerintah Kelurahan Kebonsari sebagai salah satu upaya mengantisipasi potensi terjadinya banjir.
BACA JUGA: Mahasiswa Ikom Uniba Hadirkan Spesialis Sosial Media di Seminar Nasional
Lurah Kebonsari Asep Muzayin mengatakan, pihaknya melakukan pelayanan kepada masyarakat bukan hanya di bidang administrasi.
“Pelayanan itu bukan hanya di kantor saja, tapi melakukan monitoring ke lingkungan masyarakat sambil bersilaturahmi juga,” katanya kepada Bantenraya.com, Senin 19 Januari 2026 kemarin.
Ia mengungkapkan, salah satu yang menjadi fokus utama adalah dalam upaya penanganan banjir yang kini menjadi program prioritas.
BACA JUGA: Wisatawan Hilang di Pantai Goa Langir Belum Ditemukan Usai Tiga Hari Pencarian
Pihaknya telah mengusulkan beberapa program penanganan menangani banjir melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan.
“Penaganan banjir perlu diutamakan, kita sudah usulkan di Musrenbang termasuk penambahan tandon dan sodetan,” terangnya.
Terdapat 3 lingkungan di kelurahan yang dipimpijnnya yang rawan banjir yaitu di Lingkungan Sumber Batu, Lingkungan Tegal Tong, dan Lingkungan Kubangmenyawak.
Pemasangan sodetan di Lingkungan Kubangmenyawak dan Tegal Tong bisa untuk memotong kiriman air.
“Apalagi yang di Tega Tong itu lingkungan padat penduduk yang sebelumnya itu sawah-sawah,” ujarnya.
Ia menyampaikan, pihaknya juga sudah mengusulkan terkait perbaikan dan perawatan drainase di Kelurahan Kebonsari.
Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalisir terjadinya banjir terjadi ketika musim hujan deras di Kelurahan Kebonsari.
“Terkait drainase, tandon, sodetan, sudah kita usulkan juga bersamaan dengan program kelurahan lainnya di Musrenbang,” pungkasnya. ***
















