BANTENRAYA.COM – Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Cilegon menggelar kegiatan Simposium Ramadhan Harmoni dengan tema “Merajut Harmoni Sosial dan Kolaborasi Gagasan untuk Menghadapi Era Society 5.0,”.
Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan gagasan bagi mahasiswa sekaligus momentum memperkuat nilai kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan.
Simposium tersebut dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Cilegon.
BACA JUGA: Antisipasi Kebakaran Saat Arus Mudik Lebaran, Damkar Cilegon Siapkan 4 Pos Siaga
Tidak hanya menjadi forum diskusi intelektual, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan penguatan nilai kemanusiaan di tengah dinamika perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Presidium 1 Forum BEM Cilegon, Syafatul Amin, menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial di tengah percepatan perkembangan zaman.
“Era Society 5.0 menuntut kita tidak hanya unggul dalam teknologi dan inovasi, tetapi juga tetap menjaga nilai kemanusiaan, solidaritas, dan harmoni sosial. Melalui simposium ini, mahasiswa Cilegon ingin membangun ruang kolaborasi gagasan agar kemajuan teknologi tetap berpihak pada kemaslahatan masyarakat,” katanya, Selasa 10 Maret 2026 petang.
Syaeful menyatakan, pihaknya berharap pemerintah juga bisa lebih peka dalam menghadapi tantangan tersebut, sehingga ada kolaborasi yang tepat bersama dengan semua pemangku kebijakan.
“Ini tugas bersama. Ini semangat zaman yang harus dijawab dengan kolaborasi,” ujarnya.
Sementara itu, Presidium 2 Forum BEM Cilegon, Aan Solihan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen mahasiswa untuk menghadirkan gerakan intelektual yang beriringan dengan kepedulian sosial.
“Mahasiswa tidak boleh hanya hadir sebagai penonton dalam perubahan zaman. Kita harus mampu melahirkan gagasan, membangun kolaborasi, dan sekaligus menumbuhkan empati sosial. Mengundang serta berbagi dengan anak yatim dalam kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan peradaban harus tetap berlandaskan nilai kemanusiaan,” ungkapnya. (Uri)***















