BANTEN RAYA.COM – Lifter Banten Alya Maulida Kartika berhasil meraih 3 perunggu saat mengikuti pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi Remaja dan Junior yang digelar di Lima, Peru.
Pada kejuaraan dunia remaja tersebut Alya harus mengakui keunggulan atlet Venezuela Lidysmar Aparicio yang merebut juara pertama dan lifter China Li Xue di posisi kedua.
Aparicio mendulang medali emas setelah ia mampu meraih angkatan snacth dengan 103 kg, sementara di Clean and Jerk atlet 15 tahun ini mampu mengankat 123 kg. Sehingga total angkatannya mencapai 230 kg. Angkatannya juga membuatnya meraih medali perunggu di kategori Junior.
Sementara Li Xue mendulang medali perak setelah mengangkat total 229 kg, hasil dari angkatan snacth 104 dan clean and jerk diangkatan 125 kg.
Alya keluar sebagai juara ketiga dan meraih medali perunggu setelah mampu mengangkat total angkatan 216 kg dengan 6 angkatan bersih di angkatan snacth dengan 96 kg lalu di clean and jerk dengan angkatan 120 kg.
Baca Juga: Walikota Budi Rustandi Bersitegang dengan Warga Saat Tinjau Titik Penyebab Banjir
Ketua Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (Pabsi) Banten Hari Doyo bergembira sebab atlet asal Banten yang berlaga di kejuaraan dunia Alya berhasil meraih medali perunggu di turnamen ini.
“Kami tentunya bangga sebab dari tiga atlet Banten yang dikirimkan yakni Yudha, Angga dan Alya ternyata Alya mampu tampil maksimal dan membawa pulang perunggu,” ungkapnya.
Keberhasilan Alya ini menjadi angin segar bagi Banten untuk ke depannya di angkat besi karena usia masih muda kisaran umur 16 tahun. Ia optimistis dengan latihan yang berkelanjutan maka tidak menutup kemungkinan Banten memiliki atlet angkat besi tingkat dunia seperti Rizki Juniasyah.
“Lawan yang dihadapi ketat dan merupakan calon atlet dunia dimasa depan. Saya berharap Alya bisa tampil konsisten sehingga nantinya bisa terus juara di berbagai kejuaraan dunia,” tegas dia.
Ia berharap dalam kesempatan ini atlet lainnya meniru dan berusaha untuk berprestasi seperti yang dilakukan oleh Alya maupun Rizki Juniansyah. Ia yakin dengan latihan yang optimal maka akan muncul atlet berprestasi ke depannya.
“Kami juga mengimbau kepada Pemprov Banten, KONI Banten , dan pemerintah terkait lainnya agar memperhatikan angkat besi yang terbukti telah berprestasi di dunia. Sarana dan prasara harus memadai sebagai sarana berlatih untuk menghasilkan bibit atlet angkat besi berprestasi lainnya,” tandas dia.
Baca Juga: Pemkot Serang Bakal Bongkar Bangunan Penyebab Banjir di Sumber Maja
Sementara itu, pelatih angkat besi Kabupaten Tangerang yang juga orangtua Alya yakni Albert mengatakan prestasi anaknya terus meningkat semenjak mendapatkan medali emas di PON Aceh dan Sumut.
“Ini berhasil memecahkan rekor nasional kelas 81 kg yang ia raih di PON XXI/2024 Aceh baik di snacth yang semula 91 kg jadi 96 kg dan clean and jerk dari 110 kg serta total angkatan dari 201 kg menjadi 216 kg,” jelas dia.
Selain itu dikemukakan Albert, angkatan Alya di Kejuaraan Dunia Remaja ini memecahkan rekor angkatan di Pelatnas. “Sebelumnya di Pelatnas angkatan Alya mampu mengangkat 95 kg, 116 kg dan 211 kg di angkatan total,” tutupnya. (***)



















