BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kabupaten Serang terus melakukan berbagai upaya untuk menangani bencana banjir yang terjadi di Kecamatan Padrincang pada Jumat, 7 Maret 2025 lalu.
Selain membersihkan jalan raya yang terdampak longsung bersama TNI-Polri, Pemkab Serang juga membuka layanan pos kesehatan.
Pelaksana Tugas atau Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Serang Haryadi mengatakan, pihaknya telah menurunkan puluhan personil untuk menangani bencana banjir dan longsor di Padarincang.
“Untuk longsor kita juga menurunkan tiga unit alat berat, di lokasi banjir juga terdapat perahu karet dan anggota kita standbay,” ujarnya.
Baca Juga: Honorer Banten Ancam Demo ke Jakarta Buntut Kebijakan Kontroversial dari Menpan RB dan BKN
Ia menjelaskan, banjir dan longsor yang terjadi di Padarincang dikaibatkan adanya luapan dari sungai Cikalumpang dan posisi rumah lebih rendah dari pada sungai.
“Korban Terdampak 350 kepala keluarga dan 350 unit rumah. Ada fasilitas umum seperti tempat ibadah dan tempat pendidikan yang juga terdampak,” ugkapnya.
Semenyara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Serang Istianah Hariyanti mengatakan, pihaknya membuka posko kesehatan di lokasi bencana banjir di Kecamatan Padarincang.
“Kita membuka tiga posko di lokasi bencana. Di Polsek Padarincang, di Kampung Begog, dan di SDN Sukamaju Desa Citasuk. Kita membuka pengobatan gratis untuk membantu korban banjir dan longsor,” ujarnya.
Baca Juga: Link Nonton Drakor The Art of Negotiation Episode 2 Full Movie, Lengkap dengan Spoiler
Ia menjelaskan, pihaknya juga menyediakan berbagai obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang melakukan pemeriksaan di posko kesehatan.
“Kita pastikan semua warga baik balita maupun lansia bisa terlayani. Alhamdulillah kita belum menemukan penyakit berbahaya akibat banjir,” paparnya.
Istianah menuturkan, pihaknya akan terus memantau kondisi kesehatan masyarakat Padarincang paska bencana banjir dan longsor yang menyebabkan sebagian rumah warga rusak berat tersebut.
“Sudah banyak yang datang ke posko kesehatan sebanyak 269 orang. Masyarakat yang butuh obat-obatan teman-teman dari Puskesmas siap melayani,” tuturnya.***


















