BANTENRAYA.COM – Pemerintah Provinsi atau Pemprov Banten menegaskan komitmennya untuk memastikan pembentukan koperasi desa dan kelurahan Merah Putih berjalan secara substansial dan bukan sekadar seremonial belaka.
Program nasional ini digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi dari tingkat desa.
Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan, semangat membangun koperasi tidak boleh hanya berhenti pada peluncuran dan peresmian.
“Saya optimis koperasi Merah Putih ini bisa berjalan, tapi kita tidak boleh hanya berhenti di launching. Kita harus pastikan bahwa koperasi ini benar-benar aktif, punya kegiatan yang dirasakan masyarakat,” kata Andra usai mengikuti rapat virtual bersama Menko Perekonomian dan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Senin, 7 Juli 2025.
Baca Juga: Anak Yatim Penerima Bantuan dari Pemkot Cilegon Jumlahnya Menurun, Tahun Ini Hanya 961 Orang
Ia menekankan, keberhasilan koperasi bukan diukur dari jumlah yang dibentuk, tetapi dari sejauh mana koperasi tersebut mampu menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
“Di Banten ada lebih dari 1.500 koperasi. Tapi pertanyaannya, berapa yang benar-benar jalan dan berdampak? Nah, itu yang sekarang jadi fokus kita,” ujarnya.
Andra menyebutkan, dalam rapat tersebut juga membahas rencana peluncuran nasional koperasi Merah Putih yang dijadwalkan pada 19 Juli 2025.
Banten turut diminta menyiapkan koperasi percontohan untuk ditampilkan dalam peluncuran tersebut.
Baca Juga: Pemprov Banten Bakal Pungut Pajak Air Permukaan, Industri Buru-buru Bikin NPWPD
“Kita sedang identifikasi koperasi yang siap dijadikan mock up. Tapi kita juga tidak ingin sekadar pamer. Yang penting koperasinya hidup dan berkelanjutan,” ucap Andra.
Ia menjelaskan, koperasi Merah Putih diarahkan untuk berperan aktif dalam mendistribusikan bahan pokok, menstabilkan harga lewat operasi pasar, serta mendukung akses kebutuhan dasar masyarakat.
Tak hanya itu, Pemprov Banten juga akan memperkuat peran pembinaan dan pelatihan agar para pengurus koperasi memiliki kapasitas manajerial dan pemahaman bisnis yang memadai.
“Kami akan dorong pelatihan secara menyeluruh. Jangan sampai koperasi cuma dibentuk, tapi pengurusnya bingung harus ngapain. Ini tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.
Andra menutup pernyataannya dengan ajakan kepada pemerintah kabupaten atau kota agar turut aktif memantau dan mendampingi pelaksanaan koperasi Merah Putih ini di wilayah masing-masing.
“Ini misi besar Pak Prabowo. Tapi pelaksananya ya kita di daerah. Maka mari kita kawal supaya koperasi ini bukan hanya program pusat yang lewat, tapi benar-benar jadi penggerak ekonomi rakyat,” pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, Pemerintah Pusat saat ini tengah menyiapkan 100 unit Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih yang ditargetkan mulai beroperasi tahun ini sebagai proyek percontohan.
Ia mendorong agar setiap kabupaten memiliki minimal satu Kopdeskel Merah Putih sebagai percontohan, walaupun masih dalam tahap awal pengembangan.
Sebab pemerintah menargetkan sebanyak 80.000 koperasi ini akan beroperasi penuh hingga akhir tahun.
Baca Juga: Jika Tuta Tak Dibayarkan, Guru Provinsi Banten Ancam Adukan ke PTUN
“Kita minta kalau bisa tiap kabupaten ada belum sempurna pun nggak apa-apa. Karena sempurnanya nanti kita di akhir tahun yang itu akan di-launching jadi koperasinya itu di akhir tahun,” kata Zulhas.***


















