BANTENRAYA.COM – Pusat Telaah Informasi Regional atau PATTIRO Banten mendeteksi ada masalah pada APBD 2025.
Masalah itu adalah adanya pendapatan yang diduga fiktif senilai Rp 1,2 triliun dalam kategori Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah.
Bella Rusmiyanti, peneliti PATTIRO Banten, mengatakan, sebagai Sekda Banten yang terpilih, bila benar demikian, Deden dihadapkan untuk menyelesaikan ujian kepemimpinan awal.
Yaitu melakukan koreksi struktural terhadap APBD melalui refocusing dan perubahan anggaran;
Selain itu, sekda juga diharapkan mampu memulihkan kepercayaan publik dan DPRD Banten terhadap perencanaan fiskal daerah;
“Juga memastikan bahwa program strategis seperti bantuan keuangan desa, sekolah gratis, dan beasiswa penggerak desa tidak terhambat akibat kekosongan kas,” katanya.
Deden juga diharapkan memimpin pembenahan sistem perencanaan dan realisasi PAD yang lebih realistis dan berbasis potensi riil.
“Kondisi ini menunjukkan perlunya reformasi fiskal yang sistemik, tidak cukup hanya dengan penghematan anggaran semata,” katanya.
Baca Juga: Profil dan Biodata Vedhino Clash of Champions Season 2 Batch 5, Prestasinya Luar Biasa
Sekda baru, kata Bella, harus mampu menata ulang manajemen pendapatan daerah, memperkuat verifikasi sumber pendapatan, serta mengakhiri praktik estimasi semu yang membahayakan integritas tata kelola keuangan daerah.
PATTIRO Banten mendesak Pemprov Banten dan DPRD Banten untuk segera mengevaluasi postur APBD 2025 dan memastikan APBD Perubahan nantinya benar-benar realistis, adil, serta berpihak pada rakyat. ***


















