BANTENRAYA.COM – Sopir angkutan umum di Terminal Mandala, Kabupaten Lebak mengeluhkan sepinya penumpang di momen lebaran 2025. Mereka menduga, sepinya penumpang lantaran banyaknya travel gelap yang beroperasi secara masif.
Salah satu supur bus, Hendri (45) menjadi salah satu orang yang mengeluhkan kondisi tersebut. Selama 15 tahun dia menjalankan profesinya itu, ia menyebut tahun ini merupakan tahun terparah selain ketika covid-19.
“Tahun ini parah. Penumpang sepi, tapi terus dikejar-kejar setoran. Wajar kondisinya sepi, banyak mobil travel gelap atau bodong yang berkeliaran. Paling banyak sehari 40 orang dari Tanjung Priok menuju Rangkasbitung,” kata Hendri pada Minggu, 30 Maret 2025.
Selain itu, ucap dia, banyaknya pilihan moda transportasi yang bisa digunakan untuk mudik menjadi tantangan tersendiri bagi sopir bus sepertinya.
Baca Juga: BSI Kirim Zakat Perusahaan dan Karyawan Rp268 Miliar Lewat Baznas
“Sekarang banyak orang lebih memilih naik kendaraan pribadi atau ojek online. Mereka merasa lebih cepat dan langsung sampai tujuan tanpa harus berhenti di banyak halte. Padahal tarif bus jauh lebih murah,” ucap Hendri.
“Semakin banyak pemudik naik kereta dan travel. Jadi mereka travel bisa mengantarkan sampai ke tempat tujuannya langsung,” sambungnya lagi.
Hendri berharap pemerintah bisa menemukan solusi atas persoalan tersebut. Ia sendiri mengaku mendukung dengan kemajuan transportasi di Indonesia, namun tentu tanpa harus ada yang dikorbankan.
“Tapi yang penting travel gelap itu harus ditindak. Siapapun yang wewenang itu jangan sampai kalah. Mudah-mudahan pemerintah bisa mendengar keluhan kami,” tandasnya. (***)



















