BANTENRAYA.COM – Mobilitas yang tinggi di perkotaan, membuat sebagian rumah tangga memilih untuk laundry pakaian ketimbang harus mencucinya sendiri di rumah.
Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan pendatang di Kota Serang, binsis laundry kini mulai banyak dan mudah ditemukan di berbagai lokasi.
Karyawan Perlengkapan Laundry Aniyah mengatakan, dalam sebulan penjualan pewangi pakaian khusus untuk laundry bisa terjual hingga 500 liter, bahkan, di momen tertentu bisa melebihi jumlah tersebut.
“Jika dibandingkan dengan kondisi lima tahun lalu jelas berbeda jauh sih, sekarang lebih banyak penjualan hampir meningkat setiap tahunnya,” kata Ani kepada Bantenraya.com, di Jalan Ciwaru Raya Nomor 9, Cipare, Kota Serang, Senin 7 Juli 2025.
Baca Juga: Simak 6 Spesifikasi Laptop untuk Pelajar: Ringan, Fungsional, dan Terjangkau
Selain pewangi, pihaknya juga menawarkan perlengkapan lian meliputi penjualan mesin cuci, pengering, setrika, deterjen, plastik kemasan, hanger, dan berbagai perlengkapan lainnya.
“Jadi bisa dibilang ini sudah lengkap semua, kalau mau buka usaha laundry juga bisa melakukan konsultasi dengan kami, baik produk yang baru atau second,” imbuhnya.
Ia menuturkan, bahwa tren bisnis laundry di beberapa tahun kedepan juga akan terus berkembang. Termasuk, tren self service laundry yang mulai diminati, aneka detergen dan pewangi dapat distok sesuai dengan kebutuhan rumahan.
“Ada juga konsumen yang ingin pakaiannya ini dicuci oleh satu orang saja karena alasan privasi, sehingga harus menyediakan detergen dan pewangi dengan kapasitas tertentu, tren ini juga diperkirakan akan berkembang kedepan,” jelas Ani.
Baca Juga: Oxone Luncurkan Tumbler Louna untuk Pasar Anak Muda dengan Design Keren
Beberapa aroma pewangi yang paling banyak digemari ialah sakura, paris dan sun fresh, dengan harga jual untuk satu liter pewangi yakni Rp40 ribu.
“Kita juga punya detergen khusus, ini untuk mengangkat noda yang sulit, dengan merek detoxy kami produksi sendiri harga untuk satu dirigen itu Rp55-75 ribu,” ujarnya.
Meski demikian, persaingan antar pengusaha laundry juga semakin ketat, biasanya para pelaku usaha menurunkan rate harga dibandingkan jasa yang ditawarkan pesaing.
“Namun, untuk kualitas tetap kita pertahankan, pesaing dari sisi penyedia perlengkapan juga sudah cukup banyak,” kata Ani.***



















