BANTENRAYA.COM – Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanudin (SMH) Banten, melakukan kerjasama dengan Bajda Educational dan IMLA Indonesia.
Kerjasama ini terkait dengan aplikasi pembacaan Al-Fatihah dengan baik dan benar.
Hal tersebut terungkap dalam kunjungan Rektor UIN SMH Banten Wawan Wahyudin bersama rombongan ke Arab Saudi.
Siti Shalihah, Koordinator Kerjasama IMLA Indonesia menyampaikan, kunjungan ini dalam rangka kerjasama meluncurkan aplikasi untuk koreksi bacaan Al-Fatihah di Indonesia milik perusahaan Pendidikan Bajdah, yang merupakan sebuah organisasi nirlaba asal Arab Saudi.
Baca Juga: Revitalisasi Desa Wisata Kacida Cibuntu Pasca Banjir Lambat, Ketersediaan Alat Berat Jadi Alasan
Siti Shalihah yang juga sebagai dosen UIN SMH Banten ini menjelaskan, aplikasi ini berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence), yang bertujuan untuk mengajarkan dan mengoreksi bacaan surah Al-Fatihah bagi masyarakat Indonesia.
Menurutnya, Bajdah dikenal sebagai penyedia program pendidikan digital inovatif yang berfokus pada pengajaran Al-quran dan bahasa Arab bagi umat Muslim non-Arab. Aplikasi ini menghadirkan berbagai fitur teknis baru dan unik.
Fitur utama yang ditawarkan meliputi teknologi kecerdasan buatan berbasis pengenalan suara dan koreksi bacaan otomatis.
Baca Juga: Warga Kota Cilegon Apresiasi Penghapusan Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor, Ada yang Telat 5 Tahun
Pengguna dapat merekam bacaan Al-Fatihah mereka, yang kemudian akan diperiksa dan dianalisis oleh sistem dalam hitungan detik.
“Sistem ini tidak hanya memberikan koreksi, tetapi juga menjelaskan kesalahan yang terjadi, sehingga pengguna dapat memperbaiki bacaannya dengan lebih efektif,” katanya, kemarin.
Masih dijelaskan Siti, pengembangan teknologi dan metode pembelajaran yang dilakukan oleh tim ilmiah dan teknis yang mengembangkan aplikasi ini telah menghabiskan waktu yang signifikan, untuk memastikan tingkat akurasi koreksi setinggi mungkin.
Beberapa fitur pendukung, lanjutnya, yang disediakan dalam aplikasi ini meliputi rekaman bacaan surah Al-Fatihah yang khas sebagai referensi, video edukasi yang menampilkan seorang qari’ yang membaca Al-Fatihah ayat demi ayat, pelatihan pengucapan yang dimulai dari mendengarkan, lalu berlatih pada tingkat kata dan ayat dan fitur perekaman ulang yang memungkinkan pengguna untuk merekam, menganalisis, serta mendapatkan koreksi secara otomatis.
“Kami juga memiliki fitur pemberian sertifikat penguasaan bacaan Al-Fatihah secara otomatis setelah evaluasi oleh panitia,” ungkapnya.
Aplikasi ini juga dikembangkan dengan mempertimbangkan aksen dan dialek masyarakat Indonesia.
Data pengembangan mencakup lebih dari delapan ribu rekaman bacaan Al-Fatihah dari pengguna Indonesia, yang kemudian dianalisis secara fonetis dan morfologis oleh tim teknis khusus di bidang pemrograman dan linguistik komputer.
“Hal ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi sistem dalam mendeteksi kesalahan bacaan,” imbuhnya.***















