BANTEN RAYA.COM – Galeri Investasi pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), melaksanakan Seminar Investasi di salah satu caffe di Kota Serang.
Wulan Retnowati, Direktur Galeri Investasi Untirta dalam materinya menyampaikan, investasi adalah mengelola aset, harta sehingga asset, harta tersebut dapat memberikan hasil di kemudian hari.
Sedangkan inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus menerus (continue) atau dengan kata lain merupakan proses menurunnya nilai uang secara terus menerus.
Baca Juga: Peraturan Baru! Inilah Daftar Motor yang Dilarang Menggunakan BBM Pertalite
Ia menjelaskan, pasar modal adalah Pasar yang memperjual-belikan berbagai instrumen keuangan jangka panjang seperti reksadana, saham, obligasi, sukuk, ETF dan lain sebagainya.
Sedangkan pasar modal adalah mempertemukan antara pihak yang memiliki dana dengan pihak yang membutuhkan dana.
“Konsep dasar saham misalnya, Pak Bejo berniat memiliki usaha baksi dengan modal Rp8 juta, namun hanya memiliki Rp1 juta. Untuk itu, Pak Bejo mengajak tujuh temannya untuk menanam modal dengan masing-masing Rp1 juta. Sehingga modal usaha bakso terpenuhi, dengan masing-masing memiliki sahan Rp1 jutaan,” ungkapnya.
Baca Juga: Program K-Dream dari Krakatau Posco Wujudkan Impian Generasi Muda Cilegon, Beri Beasiswa dan Karir
Menurutnya, reksadana adalah sarana untuk menghimpun dana dari masyarakat yang memiliki modal (sebagai unit penyertaan) untuk diinvestasikan dalam berbagai saham atau instrument investasi lainnya oleh Manajer Investasi.
“Nilai dari pengelolaan dana tersebut dibukukan dalam nilai aktiva bersih (NAB) Reksa Dana. NAB inilah yang digunakan sebagai indikator harga suatu Reksa Dana. Semakin meningkat NAB per unit penyertaan suatu reksa dana, maka semakin tinggi pula keuntungan investor,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, Dinda kurniawati dari Perusahaan Sekuritas PT Indo Premier dalam materinya menyampaikan, materi yang memperkenalkan tentang bursa efek dan investadi di pasar keuangan. Selain itu, Dinda juga memperkenalkan investasi melalui akun RDN dari PT Indo Premier. (*)















