BANTENRAYA.COM – Sebanyak 614 karyawan di Kota Cilegon mengalami Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK pada tahun.
, mayoritas lulusan SMK dan SMA.
Pengantar Kerja Ahli Muda pada Disnaker Kota Cilegon Ahmad Taufan Taufani mengatakan, selama tahun 2025 terdapat sebanyak 614 warga Kota Cilegon yang terkena PHK kembali mendaftaran diri mencari pekerjaan.
Diketahui, 614 orang tersebut mencari pekerjaan baru melalui kartu kuning atau kartu kerja AK1 pada website resmi Kemenaker RI.
“Sepanjang tahun 2025 warga Cilegon yang ter-PHK dan mendaftarkan dirinya sebagai pencari kerja ada 614 orang,” katanya kepada Banten Raya, Senin 19 Januari 2026.
Jumlah tersebut justru meningkat dibandingkan dengan data warga Cilegon yang terkena PHK pada tahun 2024 lalu.
BACA JUGA: 513 Karyawan PT KPI Panik Isu PHK, Pemkot Cilegon Pastikan Tak Ada PHK
Berdasarkan data Disnaker Kota Cilegon, pada tahun 2024 lalu terdapat sebanyak 167 orang yang terkena PHK yang mencari pekerjaan baru dengan membuat kartu kerja AK1.
Peningkatan tersebut terjadi dikarenakan banyanya proyek pembangunan pabrik yang sudah selesai masa kerjanya.
Maka membuat beberapa warga Cilegon terkena dampak PHK proyek tersebut, sehingga mencari pekerjaan yang baru.
“Karena 2025 ada beberapa proyek pembangunan pabrik yang sudah selesai, cukup menjadi penyumbang naiknya warga Cilegon yg terPHK mendaftar kembali sebagai pencari kerja,” jelasnya.
Salah satu proyek yang telah selesai masa kontraknya yaitu Pabrik PT Lotte Chemical Indonesia, lalu terdapat beberapa perusahaan yang melakukan efisiensi akibat dari keadaan ekonomi global.
BACA JUGA: 80 Persen Pekerja Nilai Proses PHK di Indonesia Tak Mansusiawi, Alasannya Juga ‘Absurd’
“Proyeknya berhenti jadi berpengaruh juga terhadap angka pengangguran. Tapi kalau ada proyek baru nanti bakal berkurang juga penganggurannya,” tuturnya.
Dari 614 orang tersebut, mayoritas warga Cilegon dengan lulusan terbanyak dari jenjang SMA dan SMK.
Warga Cilegon yang terkena PHK lalu mendaftar sebagai pencari kerja di tahun 2025 yaitu tidak tamat SD terdapat 1 orang, lulusan SD 13 orang, lulusan SMP 21 orang.
Lulusan SMK atau SMA 399 orang, lulusan Diploma 45 orang, dan lulusan S1 S2 135 orang.
“Mayoritas dari kalangan SMA dan SMK, lalu yang kedua lulusan S1 dan S2,” terangnya.
BACA JUGA: 513 Karyawan PT KPI Panik Isu PHK, Pemkot Cilegon Pastikan Tak Ada PHK
Sementara itu, pada tahun 2025 juga untuk pencari kerja terdapat 4.276 orang yang menurun dibandingkan pencari kerja tahun 2024 sebanyak 6.430 orang.
Ia menjelaskan, pada tahun 2025 jumlah pencari kerja menurun dikarenaka warga Cilegon melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.
“Dari Pemkot Cilegon juga sedang meningkatkan kualitas warga Cilegon dari segi pendidikan dengan Program Beasiswa Cilegon Juare,” ungkapnya.
Tapi kedepannya, ia berharap, masyarakat Kota Cilegon yang telah menyelesaikan pendidikannya akan mendapatkan pekerjaan yang baik.
“Kami berharap kedepanya akan semakin banyak warga Kota Cilegon mendapatkan pekerjaan,” pungkasnya.***















