BANTENRAYA.COM – Anggaran Rp 80 juta dinilai masih kurang untuk penyediaan buku di Perpustakaan baru milik Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Cilegon.
Pembangunan perpustakaan baru yang berada di di belakang gedung Cilegon Center Mall (CCM), Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, sudah dimulai sejak Juni 2025 lalu.
Meskipun belum lengkap seluruh fasilitasnya, Perpustakaan baru tersebut akan segera mulai buka untuk umum pada akhir Januari 2026 ini.
BACA JUGA: FA Cup Manchester United vs Brighton, The Red Devils Datang Bersama Darren Fletcher
Diketahui, anggaran pembangunan gedung perpustakaan baru bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat sebesar Rp 7,8 miliar.
Kepala DPK Kota Cilegon Ismatullah mengatakan, untuk mengisi buku-buku di Perpustakaan yang baru memerlukan anggaran yang cukup besar.
Tetapi anggaran untuk penyediaan buku di Perpustakaan hanya mendapatkan anggaran Rp 80 juta saja yag bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cilegon dan Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah pusat.
“Rp 80 juta itu dari APBD dapat Rp 30 juta, dari DAK Rp 50 juta,” katanya kepada Banten Raya, Minggu 11 Januari 2026.
Anggaran Rp 80 juta tersebut, kata dia, dinilai masih kurang untuk penyediaan buku di Perpustakaan yang baru.
“Sebetulnya Rp 80 juta itu masih kurang, seharusnya 3 miliar untuk bisa langsung melengkapi semuanya,” lanjutnya.
Menurutnya, dinilainya kurang karena kapasitas Perpustakaan yang baru saat ini cukup besar dari kapasitas Perpustakaan yang lama.
“Dengan ruangan Perpustakaan baru itu 10 kali lipat dari Perpustakaan yang sekarang sehingga perlu penambahan banyak buku,” ujarnya.
Konsep Perpustakaan baru tersebut, dirinya menjelaskan, dapat digunakan oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas.
Maka dari itu, pihaknya tengah mencari buku-buku untuk disabilitas dan akan disediakan di Perpustakaan yang baru nanti melalui anggaran Rp 80 juta tersebut.
“InsyaAllah anggaran segitu sudah termasuk pembelian buku untuk disabilitas tapi baru yang jenis braille dulu,” ungkapnya.
Pihaknya perlu usahayang extra untuk dapat menemukan buku-buku untuk penyandang disabilitas, karena sulit ditemukan.
“Sulit bukunya tapi kita tetap usaha mencari buku-buku untuk teman disabilitas, ga semua kota itu menjual ketersediaan buku disabilitas,” terangnya.
Untuk tahun 2026 ini masih terdapat pelengkapan fasilitas di Perpustakaan baru supaya bisa lebih nyaman untuk dapat digunakan.
Pada tahun 2026 ini juga DPK Kota Cilegon mendapatkan tambahan anggaran pelengkapan fasilutas sebesar Rp 1,5 miliar dari APBD Pemkot Cilegon.
“Anggaran tambahan tahun 2026 ini dari APBD Rp 1,5 miliar untuk bangun pagar, interior, dan fasilitas lainnya,” pungkasnya.***















