BANTENRAYA.COM – Puluhan hektare sawah di Desa Kubang Baros, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang terendam banjir yang disebabkan oleh curah hujan tinggi dan meluapnya Sungai Rawa Danau dalam beberapa hari terakhir.
Akibatnya, puluhan petani terancam mengalami kerugian puluhan juta karena mengalami gagal panen karena ketinggian air di sawah sempat mencapai 1 meter.
Warga Desa Kubang Baros Jaenal Abidin mengatakan, para petani mengalami kerugian karena padi di sawah yang terendam banjir hampir siap untuk dipanen.
BACA JUGA: 4 Wisata Edukasi Museum di Banten, Kenalkan Anak Kita dengan Sejarah
“Yang terendam banjir tersebut tidak bisa dipanen oleh para petani. Jika dipaksa hingga panen, kemungkinan hasil panen dan kwalitasnya tidak sebaik sebelumunya,” ujarnya, Jumat 2 Januari.
Ia menjelaskan, puluhan hektare sawah yang gagal dipanen itu berada di kua kampung yakni kampung Peusar dan Kampung Sadatani Landeuh.
“Sebagian tanaman padi ada yang masih hijau, sebagian ada yang mati akibat rendaman air. Ada yg masih bisa tumbuh namun perlu perawatan dan modal lagi,” katanya.
BACA JUGA: Sampah Tangsel Sumbang Rp122 Miliar untuk Kota Serang, Kecamatan Ini Paling Diuntungkan
Jaenal menuturkan, ketinggian air yang sempat merendam sawah di Desa Kubang Baros Itu mencapai satu meter walaupun saat ini air sudah mulai surut.
“Kalau sawah sampai terendam sih bisa sampai dengan satu meter. Untuk kerugian persisnya saya juga kurang hafal, mungkin kalau taksiran bisa sampai puluhan juta,” jelasnya.
Ia mengungkapkan hujan yang terjadi pada pekan kemarin itu membuat akses jalan penghubung desa Kubang Baros dan Desa Cikolelet terputus.
“Itu jalan satu-satunya untuk menuju ke Desa Cikolelet. Kadang juga digunakan sebagai jalan para petani untuk pergi ke kadang dan mencari nafkah,” paparnya. ***

















