BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota atau Pemkot Serang memperoleh pendapatan sebesar Rp122 miliar dari kerja sama pemrosesan sampah Kota Tangerang Selatan atau Tangsel.
Kerja sama pemrosesan sampah Tangsel diawali dengan pengiriman pertama sebanyak 10 truk sampah yang membuang ke tempat pembuangan akhir sampah atau TPAS Cilowong, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang kemarin malam tepatnya, Kamis, 1 Januari 2026 malam sekitar pukul 21.30 WIB.
Pengiriman sampah pertama Tangsel ini dicek dan dikawal langsung oleh Walikota Serang Budi Rustandi bersama para pejabat terkait Pemkot Serang.
Budi Rustandi menyebutkan, nilai kerja sama pemrosesan sampah Tangsel lebih dari 100 miliar per tahun, atau sekitar Rp122 miliar.
“Rinciannya Rp 65 miliar bantuan keuangan. Itu diluar KDN dan diluar uang retribusi Rp 57 miliar. Dan Alhamdulillah itu terbesar,” ungkap Budi.
Kata Budi, uang hasil kerja sama pemrosesan sampah Tangsel akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur di Kecamatan Taktakan dan perbaikan TPAS Cilowong.
“Itu semua untuk infrastruktur yang ada di Cilowong. Alhamdulillah bisa 80 persen penyelesaian infrastruktur di Cilowong, untuk di Kecamatan Taktakan, itu di luar KDN dan di luar uang retribusi Rp 57 miliar, dan separuhnya untuk perbaikan di TPAS Cilowong tahun 2026 ini,” beber dia.***

















