BANTENRAYA.COM – Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Lebak–Pandeglang turun langsung ke lapangan untuk menyerap gabah petani di sejumlah wilayah Kabupaten Pandeglang yang mulai memasuki masa panen. Gabah dibeli dengan harga Rp6.500.
Langkah jemput bola tersebut dilakukan Bulog di beberapa kecamatan sentra produksi padi, di antaranya Kecamatan Patia, Kecamatan Picung, dan Kecamatan Cisata.
Kehadiran Bulog di lokasi panen disambut positif oleh para petani setempat.
BACA JUGA: Manfaatkan Dana Desa, Bumdes Setra Mandiri Genjot Pembibitan Benih Padi dan Ikan
Upaya penyerapan langsung ini dilakukan sebagai bagian dari strategi Bulog untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik sekaligus menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.
Pimpinan Cabang Bulog Lebak–Pandeglang, M Syakani menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan komitmen Bulog dalam mendukung petani serta memenuhi target pengadaan gabah yang telah ditetapkan pemerintah.
“Bulog tidak hanya menunggu pasokan datang ke gudang, tetapi aktif mendatangi sentra-sentra panen agar petani lebih mudah menjual hasil panennya dengan harga sesuai ketentuan,” kata Syakani, Minggu 25 Januari 2026.
BACA JUGA: Empati dan Solidaritas Atas Bencana Alam, Persib Kenakan Ban Hitam di Laga vs PSBS Biak
Selain mempercepat proses pengadaan, penyerapan langsung di lapangan juga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap tengkulak, sehingga nilai jual gabah bisa lebih menguntungkan.
Syakani menegaskan, Bulog akan terus memantau wilayah-wilayah yang memasuki masa panen dan siap melakukan penyerapan gabah secara maksimal sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan stok.
“Langkah tersebut, Bulog berharap target pengadaan gabah tahun ini dapat tercapai sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani di wilayah Lebak dan Pandeglang,” tandasnya. ***

















