BANTENRAYA.COM – Ulama memberikan kritik kepada kinerja Walikota Cilegon Robinsar yang selalu tampil dalam pembangunan infrastruktur.
Menurut para ulama, hal itu sebenarnya baik namun menurut jangan kesampingkan pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Sebab, pembangunan infrastruktur bagi para ulama dinilai sudah cukup bagus di Kota Cilegon dan hanya tinggal penyempurnaan saja.
BACA JUGA: Kades di Kabupaten Serang Mulai Resah, Dana Desa Dipangkas untuk Kopdes Merah Putih
Presidium Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Cilegon Mustofa menyatakan, adanya hibah lembaga keagamaan menjadi penting sebagai pembangunan SDM. Diharapkan, ke depannya bisa lebih ditingkatkan lagi nilainya.
“Mudah-mudahan kedepan lebih ditingkatkan, nilainya. Turut mendoakan juga karena kondisi sekarang ini untuk tahun akan datang bisa lebih normal dan lebih maksimal, jika dari pihak kami tokoh masyarakat dan agama harus lebih diperhatikan lagi urusan agama dan jangan terlalu urusan infrastruktur saja,” ucapnya.
Ulama Ungkap Tantangan di Era Industri
Mustofa menambahkan, pembangunan SDM akan menjadi hal utama di tengah persaingan kemajuan industri dan teknologi. Sebab, untuk sekarang infrastruktur sudah cukup baik tinggal penyempurnaan saja.
BACA JUGA: Langgar Jam Operasional, Satlantas Pandeglang Tindak Truk Sumbu Tiga
“Iya lebih diutamakan SDM-nya, infrastruktur Cilegon sudah berjalan tinggal yah mungkin hanya menyempurnakan saja,” tuturnya.
“Kalau SDM ini hal yang lebih diutamakan juga dengan tantangan zaman industri masa SDM tidak diperhatikan. Bagaimanapun juga pembangunan untuk SDM-nya dulu,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Cilegon Rahmatullah menyampaikan, pihaknya berharap tidak ada lagi kendala untuk pencairan, sehingga nantinya bisa masuk ke rekening para penerima hibah maksimal dalam satu pekan kedepan.
“Insya Allah. Nanti akan cair pekan kedepan. Ini diperkirakan Rp1,6 miliar. Dimana, sebelumnya juga sudah ada sekitar Rp400 juta yang dicairkan,” katanya, Jumat 26 November 2025.
Rahmatullah menjelaskan, mekanisme pencairan sendiri kini akan dilakukan di bank milik daerah yakni Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri.
“Pencairan sudah melalui BPRS CM. Tidak hanya itu saja termasuk juga beasiswa Cilegon Juare, dan sejumlah honorer lainnya,’ ucapnya.
Tidak hanya hibah, imbuh Rahmatullah, untuk honor guru madrasah sendiri juga diharapkan bisa selesai nanti di Desember, sehingga para guru madrasah dan mengaji bisa menikmatinya.
“Ada Rp2 miliar lebih untuk honor guru madrasah dan mengaji. Ini juga diharapkan bisa cair dalam waktu secepatnya,” ucapnya. ***















