BANTENRAYA.COM – Sejumlah pakar saham memprediksi saham konglo atau perusahaan besar bakal redup pada 2026 mendatang.
Terlebih lagi jika saham milik perusahaan konglo tersebut tidak memiliki fundamental yang kuat pada 2026 nanti.
Saham konglo sendiri pada 2025 lalu naik signifikan terutama pada 6 bulan terakhir. Hal itu menimbulkan tanda tanya apakah karena kepentingan, sehingga fundamentalnya lemah.
Diketahui, saham konglo sendiri merupakan perusahaan yang membuat sebuah grup besar atau konglomerasi.
Di Indonesia ada beberapa group diantaranya Grup Djarum yaitu Robert Budi Hartono dan Michael Hartono, Grup Salim yaitu Anthony Salim, Grup Sinar Mas yaitu Keluarga Widjaja, Grup Barito Pacific yaitu Prajogo Pangestu dan Grup Astra Keluarga Soeryadjaya.
Investor Saham Rifan Kurniawan dalam YouTube Ajaib Investasi menyatakan, saham konglo pada 2025 naik dan membuat Indeks Harga Saham Gabungan terkerek dari 6.000 menjadi 8.300 sejak 6 bulan lalu.
BACA JUGA: Polres Lebak Ungkap 56 Kasus Narkoba Sepanjang 2025, Amankan 61 Pelaku
Namun, itu menjadi pertanyaan apakah kedepan saham konglo ini memiliki fundamental yang kuat atau tidak.
“Intinya balik lagi kalau saya ngeliatnya adalah memang kenaikan saham Konglo di 2025 ini naik spektakuler,” tuturnya.
“Nah, cuman the question is apakah ini akan diisi dengan fundamentalnya atau tidak. Kalau misalkan ternyata ke depannya itu tidak diisi dengan fundamental ya maka saham-saham yang saham-saham konglo yang sekarang naiknya gila-gilaan mungkin bisa jeblok tahun depan,” katanya.
Saham mereka sendiri, papar Rifan, secara data apakah kenaikan itu wajar atau tidak, maka maka dalam Waktu 6 sampai 7 bulan naik signifikan itu tidak wajar.
“Kalau dilihat dari time frame 6 bulanan ini kenaikan yang terlalu cepat dan apalagi tadi didorongnya adalah oleh saham-saham Konglo yang valuasinya ini premium, yang punya kepentingan ya ibaratnya balon ya mungkin saja bisa pecah benar ya kan,” katanya.
“Nah justru gini yang saya khawatir adalah gini ya kita memang ee berharap ISG terus naik ya. Tapi maksud saya adalah kalau ISG itu naik terlalu cepat maka turun akan juga cepat,” ujarnya.
Rifan menyampaikan, ada beberapa tips agar para pemain saham bisa tetap bertahan dan cuan pada 2026 mendatang, diantaranya yakni jangan berhenti belajar., menyaring informasi dari media sosial, dan turunkan ego untuk tidak mengikuti tren.
“Jadi kita tuh kalau di pasar modal itu harus selalu merasa bodoh lah gitu. Jadi kalau kita udah ngerasa pintar ya itu biasanya kita yang diajarin oleh market gitu kan. Cari informasi yang relevan ya,” tuturnya.
“Jadi di tengah era sosial media sekarang ini yang tadi tuh banyak investor apa banyak informasi yang mungkin jadi false information, harus pintar-pintar lah memilih informasi yang relevan. Harus kuasai ego diri sendiri gitu,” pungkasnya. ***


















