BANTENRAYA.COM – Kawasan ekonomi akan dibangun di Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Kawasan ekonomi tersebut diperkirakan akan menggunakan lahan seluas 300-an hektare di Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Nilai investasi pembangunan kawasan ekonomi itu diperkirakan menembus 10 juta dollar Amerika Serikat atau USA.
Rencana tersebut terungkap saat Lakpesdam PBNU audiensi dengan Walikota Serang Budi Rustandi di ruang kerjanya, Setda lantai 2, Puspemkot Serang, Kota Serang, Jumat 21 November 2025.
Budi Rustandi didampingi oleh Asda II Kota Serang Yudi Suryadi, Kepala DLH Kota Serang Farach Richi, Kepala DKPPP Kota Serang Sony August, dan Kepala Dindikbud Kota Serang yang juga Sekretaris PWNU Banten Ahmad Nuri.
BACA JUGA: Investasikan Bakatmu di Italia, Belajar, Berkarya, dan Berkontribusi untuk Dunia
Sekretaris Lakpesdam PBNU Ufi Ulfiah mengatakan, tujuannya ke Kota Serang untuk menjajaki kerja sama antara PBNU dengan Pemkot Serang untuk membangun green economy circular di Kota Serang.
“Kita ingin bekerja sama untuk pemanfaatan lahan di Kota Serang,” ujar Ufi, kepada Bantenraya.com.
Ia mengungkapkan, di Kota Serang sudah ditetapkan ada sekitar 400 hektare lahan yang didedikasikan untuk agrikultur.
“Kita ingin bersama dengan Pemerintah Kota Serang membentuk satu proyek yang bernama economic circular zone. Zona ekonomi circular yang mengintegrasikan antara produksi pupuk organik yang akan digunakan untuk pertanian dan juga industri ayam,” jelas dia.
“Karena beberapa material pupuk yang kita butuhkan itu dari beberapa sampah, sampah pertanian, sampah peternakan ayam, dan itu diolah menggunakan teknologi tertentu,” imbuhnya.
BACA JUGA: Bukan Tiongkok! Ini Negara Asing yang Paling Banyak Tanam Investasi di Lebak di 2025
Ufi mengaku pihaknya juga bekerja sama dengan beberapa ahli teknologi dari Asia Timur.
“PBNU bekerjasama dengan beberapa ahli dari Taiwan. Ini adalah Mr. Levin, dia adalah ahli teknologi dan juga ahli ekonomi, green economy,” ungkap jelas Ufi.
Rencana lokasi yang akan dijadikan economic circular zone di wilayah Kecamatan Kasemen.
“Lokasinya di Kota Serang di lahan pertanian, Kasemen yang 400 meter,” tutur Ufi.
Ia menginginkan tahun depan proyek tersebut sudah dapat persetujuan dari Pemkot Serang.
BACA JUGA: Lebak Bukukan Investasi hingga Rp923 Miliar, Sektor Tambang Mendominasi?
“Kita ingin secepatnya, Januari kita sudah selesai agreement dengan Pemkot,” harap dia.
Ufi memperkirakan lahan yang akan dijadikan sebagai tempat proyek economic circular zone mencapai ratusan hektare.
“Jadi Pak Wali seluruhnya 300an hektare lebih itu, akan menjadi zona ekonomi,” sebutnya.
Ia menjelaskan, kawasan ekonomi yang akan dibangun itu terdiri dari peternakan ayam, pertanian, dan pabrik pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian.
“Nah pabrik pupuk yang akan kita bikin itu organik. Itu memanfaatkan sampah tadi itu, sampah dari pertanian, kan di pertanian ada sampah seperti jerami dan macam-macam dan pup ayam yang semuanya akan diolah menjadi pupuk,” jelas Ufi.
Ufi mengaku pihaknya akan memanfaatkan tenaga lokal dalam menjalankan proyek kawasan ekonomi tersebut.
“Semuanya akan menggunakan tenaga lokal, karena kami itu prinsipnya adalah transfer knowledge. Jadi kan nanti petaninya lokal, orang yang sumber daya yang mengoperasikan pabrik dan sebagainya, itu juga semuanya lokal, total semuanya lokal. Seratus persen lokal,” akunya.
Ia menyebutkan, nilai investasi proyek kawasan ekonomi yang disiapkan oleh Lakpesdam PBNU mencapai Rp 10 juta dollar Amerika Serikat.
“Nilai investasinya nggak boleh disepil dulu. Ya kita komit di awal sekitar 10 juta dolar USA. Ya, tapi itu apa namanya di awal ya, maksudnya gini, jumlah investasi itu tergantung dengan jumlah kesepakatan proyeknya antara kita dengan Pemerintah Kota Serang, itu. Jadi kalau angka itu jangan main sepil tapi yang disiapkan 10 juta dollar,” sebut Ufi. ***















