BANTENRAYA.COM – Puskesmas di Kota Cilegon diminta untuk memperkuat program Integrasi Layanan Primer atau ILP dalam upaya mendeteksi dini penyakit beresiko untuk masyarakat Kota Cilegon.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kota Cilegon Rully Kusumawardhany mengatakan, dalam memerkuat program ILP sebagai salah satu upaya untuk mendeteksi kesehatan masyarakat Kota Cilegon.
“Tujuan dari skrining kesehatan ini untuk melakukan pengecekan deteksi dini penyakit dan pencegahan penyakitnya seperti apa,” kata Rully kepada Banten Raya, Minggu, 17 November 2024.
Rully menyampaikan, penerapan ILP berlaku untuk pelayanan kesehatan tingkat pertama puskesmas maupun jejaring lainnya.
Baca Juga: Pria Asal Drangong Kota Serang Diciduk Polisi, 570 Pil Terlarang Jadi Barang Bukti
“Penerapan ILP itu diwajibkan untuk melakukan skrining kesehatan kepada warga setempat dalam pelayanan kesehatan tingkat pertama baik puskesmas maupun jejaringnya yang belum memiliki data kesehatan,” sambungnya.
Memerkuat program ILP, kata dia, sebagai pendekatan akses dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kota Cilegon.
Ia mengungkapkan, pasien yang datang ke Puskesmas dapat melakukan skrining kesehatan untuk mengetahui hasil penyakitnya seperti apa.
“Pelayanan ILP itu sudah terintegrasi dan jelas sesuai siklus dan sudah dibagi dalam klaster yaitu manajemen dan pelayanan. Pasien yang datang wajib melakukan screening kesehatan untuk mendeteksi dini penyakitnya dan hasilnya langsung keluar,” ungkapnya.
Baca Juga: Hindari Mobil Parkir di Bahu Jalan, Warga Pulau Panjang Tewas Terlindas Truk
Ia menjelaskan, para petugas di Puskesmas Kota Cilegon sudah dilatih untuk pelaksanaan ILP dalam memperkuat SDM program ILP.
“Program ILP harus dimengerti oleh pemberi pelayanan kesehatan terutama di Puskesmas, Pustu, dan masyarakat. Posyandu jadi prioritas untuk berjalannya ILP di manajemennya,” jelasnya.
Menurutnya, diperlukannya juga dukungan anggaran dan pengadaan sarana prasarana untuk menunjang pelayanan untuk penerapan ILP di Puskesmas dan Pustu.
“Selain dukungan anggaran, sarana dan prasarana, perlunya dukungan dari Kader dan dukungan lintas sektor,” ucapnya.***

















