BANTENRAYA.COM – Pemerintah Kota Serang bakal menata para pedagang Stadion Maulana Yusuf atau MY, Ciceri, Kota Serang.
Penataan para pedagang ini dalam rangka mengembalikan fungsi Stadion MY dan mengurangi kekumuhan di kawasan Stadion MY.
Rencana penataan para pedagang Stadion MY itu terungkap usai rapat koordinasi yang digelar di Aula Setda lantai 1 Puspemkot Serang, Rabu 25 September 2024.
Baca Juga: Rancangan APBD Kota Serang 2025 Diproyeksikan Rp 1,2 Triliun
Kepala Dinkopukmperindag Kota Serang yang juga Pelaksana Tugas atau Plt Kepala Disparpora Kota Serang Wahyu Nurjamil mengatakan, penataan para pedagang Stadion MY dalam rangka mengembalikan fungsi Stadion Maulana Yusuf, dan mengurangi kekumuhan di area Stadion MY.
“Yang penting saya mendapatkan tugas untuk mengembalikan stadion fungsi itu yang pertama. Yang kedua memberdayakan para pedagang termasuk di dalamnya itu dalam rangka memberdayakan itu kalau memungkinkan dipindahkan dipindahkan. Yang ketiga mengurangi kekumuhan di area stadion. Itu aja tugasnya,” kata Wahyu, kepada Bantenraya.com.
Ia mengatakan, penataan para pedagang Stadion MY dilakukan dengan cara memberdayakan para pedagang.
Baca Juga: Mode Tempur! Paslon Kampanye Blusukan Sampai Pelosok, Sehari Target Sampai 6 Pertemuan
“Iya kita mau melakukan penataan tapi penataan itu dengan cara memberdayakan mereka (pedagang). Dirapikan begitu,” ujar dia.
Ia mengaku untuk penataan para pedagang Stadion MY masih dalam tahap perencanaan, sehingga pihaknya tidak bisa main relokasi para pedagang.
“Iya nanti kita bikin perencanaannya dulu seperti apa bagusnya. Gak bisa main pindah-pindahkan begitu aja,” ucap dia.
Baca Juga: Deklarasi untuk Pilkada Banten Damai, MUI Tegaskan Money Politics Haram
Jika pemberdayaan para pedagang Stadion MY tidak memungkinkan, pihaknya merencanakan akan direlokasi ke Pasar Lama.
“Kalaupun memang nanti tempatnya tidak mencukupi yang paling memungkinkan itu di Pasar Lama bukan di Pasar Kepandean itu untuk pedagang Tamansari, Royal, dan Diponegoro,” jelas dia.
Terkait informasi yang beredar bahwa para pedagang bakal direlokasi ke Pasar Kepandean, Wahyu menegaskan bahwa informasi itu tidak benar.
Baca Juga: Rekening Dana Kampanye Sudah Diserahkan, 3 Paslon Walikota Cilegon Siap Bertarung
“Gak ada rencana ke situ (Kepandean). Informasi yang bener datanya dari saya,” katanya.
Ia menuturkan, para pedagang di kawasan Stadion MY yang bakal ditata meliputi pedagang yang di dalam maupun di luar Stadion MY.
“Semua pedagang. Yang di depan dan yang di dalam. Termasuk para pedagang yang berdiri di lahan PT KAI,” tutur Wahyu.
Baca Juga: Pemilih Milenial dan Gen Z di Kota Cilegon Mendominasi, Capai 62,79 Persen
Terkait para pedagang yang berdiri di atas lahan PT KAI, Wahyu mengaku sudah menyampaikan langsung kepada Penjabat Walikota Serang Nanang Saefudin, agar dilakukan tindakan tegas, karena sudah menciptakan kekumuhan di Kota Serang.
“Kami sudah menyampaikan kepada Pak Pj Walikota. Pj Walikota akan memanggil PT KAI, karena sudah di dua tempat menciptakan kekumuhan di Kota Serang.
Jadi mereka harus mempertanggung jawabkan area mereka. Kalau mereka tidak mau kerjasama maka tadi saya mengusulkan untuk melakukan tindakan tegas,” terang dia.
Baca Juga: Melalui PKKMB Uniba Tanamkan Rasa Nasionalisme
Ia mengungkapkan, pihaknya merencanakan akan mengumpulkan para pedagang Stadion MY untuk membahas perihal penataan dan pemberdayaan para pedagang.
“Iya betul besok (hari ini) jam 10 pagi. Kita mengumpulkan mereka sekaligus pendataan para pedagang,” katanya.
Wahyu menjelaskan, para pedagang Stadion MY akan dikumpulkan untuk mendata jumlah para pedagang. Selain itu, pihaknya juga ingin mengetahui perihal sewa tempat yang dijadikan untuk berdagang.
“Kita mau tahu dulu. Mereka itu sewa atau bagaimana. Jadi masih panjang. Masih panjang. Jadi kita perlu tahu dulu situasinya mereka itu sewa atau bagaimana yang PT KAI. Terus mereka itu sekarang apakah ada pembayaran ke orang lain, atau ada pungutan atau tidak. Jadi masih panjang,” jelas dia.
Salah seorang pedagang cilor di Stadion MY, Ciceri, Kota Serang, yang minta namanya dirahasiakan mengaku tidak keberatan jika para pedagang di Stadion MY ditata, namun jika direlokasi dari Stadion para pedagang mengaku keberatan.
Alasan keberatan direlokasi ke Pasar Kepandean, karena khawatir pendapatannya bakal berkurang.
Baca Juga: Butuh 1.000 Orang Lagi, Pendaftaran Rekrutmen PTPS di Lebak Belum Memenuhi Target
“Kalau mau ditata kita siap ngikut aja. Tapi kalau dipindah dari sini kita keberatan. “Iya semua juga pada keberatan bangetlah pak. Iya karena penghasilan yang lumanyan di sini (Stadion Maulana Yusuf-red) doang,” ujar pedagang cilor ini, kepada Bantenraya.com.
Jika Pemkot Serang tetap merelokasi para pedagang dari Stadion MY, ia mengusulkan agar diberikan biaya untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari.
“Kalau misalkan dikasih buat biaya hidupnya gak jadi masalah. Saya kan punya anak sekolah, yang lain juga punya anak sekolah, kalau bukan dari dagang dari mana. Ngandelin dari gaji suami gak mungkin,” harap dia. ***
















