BANTENRAYA.COM – Masyarakat Kota Cilegon rupanya menaruh harapan yang pesimis kepada para Anggota DPRD Kota Cilegon yang akan dilantik hari ini Rabu (4/9).
Menurut kalangan masyarakat Bawah seperti tukang ojek, becak dan buruh harian meyakini anggota dewan tersebut akan lebih condong sibuk dengan pekerjaanya untuk Kembalikan modal atau ongkos politik yang sudah dikeluarkan saat pencalonan.
Salah tukang Becak asal Terate Udik yang mangkal di Simpang 3 Alhadid, Kelurahan Ramanuju, Kecamatan Purwakarta Asad menyatakan, sebagai masyarakat kecil dirinya pesimis bisa didengarkan aspirasinya oleh anggota dewan.
Pasalnya, dewan pastinya mementingkan diri sendiri dulu dari pada masyarakat kecil jika sudah duduk.
“Kan mereka juga ibarat orang usaha atau dagang. Kemarin sudah keluar banyak buat masyarakat. Jadi kayaknya bakal usaha mengembalikan dulu yang kemarin. Untuk mendengarkan aspirasi masyarakat sepertinya omong doang (omong kosong-red),” katanya, Selasa 3 September 2024.
Meski begitu, papar Asad, ia ingin sebagai masyarakat kecil diperhatikan, terutama soal Pendidikan benar-benar bisa gratis tanpa ada embel-embel beli seragam, buku lembar kerja siswa, biaya piknik, perpisahan dan lainnya.
Baca Juga: H-1 SK Gubernur Terbaru Turun, Uyun dan Robinsar Resmi Diganti
“Saya ini orang miskin, buat bayar anak sekolah saja Rp600 ribu dulu tidak sanggup. Makanya anak saya tidak ada yang tamat sampai SMA. Bahkan saya sendiri tidak sekolah. Minta agar Pendidikan diperjuangkan, sehingga nanti cucu-cucunya bisa enak belajar,” ujar pria berusia 65 tahun ini.
Hal senada disampaikan Heri buruh serabutan dan Tukang Badut di Lampu Merah Propelat, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta menyampaikan, berharap perbaikan nasib. Sebab, ia hanya mampu menjadi badut dan bekerja serabutan karena hanya bisa lulus sekolah dasar.
“Inginnya dikawal soal Pendidikan. Karena saya ini pengalaman tidak sekolah karena terbatas soal ekonomi. Tidak hanya sekolah dasar saja tapi juga sekolah swasta dan madrasah. Dewan saya minta berikan kebijakan itu lewat fungsinya” jelasnya.
Meski begitu, ia juga menyampaikan rasa pesimisnya kepada anggota dewan. Sebab, sudah sering mendukung dewan dan jadi tapi lupa dengan masyarakat.
“Yah saya sudah kapok seh. Udah jadi tapi malah perlunya hanya saat pencoblosan saja. Tidak pernah kembali dan menanyakan nasib kami,” ujarnya.
Baca Juga: Palsukan Surat Tanah, Polda Banten Tahan Kades Wanakarta, Tangerang
Sementara itu, salah satu tukang ojek di Propelat Medi menyatakan, sulit mencari pekerjaan di Kota Cilegon, padahal wilayah dirinya tinggal itu ada di daerah industri yakni Kecamatan Grogol.
“Selalu orang luar, lihat sendiri saja orang luar yang banyak. Orang sininya sedikit. Inginnya nanti dewan bisa memberikan solusi lewat fungsinya. Kita nggak paham tugasnya apa, tapi kita masyarakat inginnya dapat solusi,” jelasnya.
Disisi lain, ia berharap orang tidak mampu seperti dirinya diberikan akses pelayanan Pendidikan yang luas. Sebab, dirinya sendiri hanya lulusan SD karena orang tuanya miskin dan tidak sanggup membiayai.
“Memang gratis, tapi segam, tugas dan lainnya masih ada yang bayar. Ini membuat saya terpaksa tidak sekolah untuk membantu orang tua,” pungkasnya. (***)
















