BANTENRAYA.COM – Para pemdandu lagu (PL) tempat hiburan malam (THM) JLS menolak tempat kerja mereka dibongkar oleh Pemkab Serang.
Para pemandu lagu mengaku jika tempat kerjanya dibongkar akan kesulitan mencari nafkah terlebih mayoritas punya anak namun berstatus janda.
Selain itu, mereka juga mengaku akan kehilangan tempat tinggal jika tempat bekerja mereka dipaksa dibongkar.
Baca Juga: Bersitegang dengan Satpol PP, Pendemo di JLS Sandera Alat Berat untuk Pembongkaran THM
“Saya mohon jangan dibongkar, kita perlu hidup, rata-rata kita di sini ngontrak, kalau tempat kerja kita dibongkar terus kita tinggal dimana,” ujar Pipit, salah satu PL THM JLS, Senin 15 November 2021.
Pipit mengaku, ia dan teman-temannya harus menafkahi anak-anaknya karena mereka yang bekerja sebagai PL merupatakan tulang punggung keluarga.
“Kalau ini dibongkar bagaimana kami menafkahi anak-anak kami. Terus rata-rata kita di sini mengontrak dan sebagian lagi kita enggak punya suami,” katanya.
Tiara, PL lain meminta Satpol PP mencari solusi untuk pekerjaan mereka jika mau melakukan pembongkaran THM.
Baca Juga: Sambil Berjoget Hadang Pembongkaran THM di JLS, Pemandu Lagu Teriak: Hidup Janda!
“Kalau ada pekerjaan yang lain kami juga pengen kerjaan yang lain bukan ini. Jangan anggap hina kami, urusan masuk nerakan itu urusan masing-masing,” tuturnya.
Menjadi PL, kata Tiara, merupakan satu-satunya sumber penghasilan yang mereka punyai. “Kalau ini dibongkar bisa-bisa kita tidak makan dan diusir dari kontrakan,” ungkapnya.***


















