BANTENRAYA.COM – PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda) atau PT ABM (Perseroda) menerima kunjungan Perseroan Daerah (Perseroda) Lampung Selatan Maju untuk menjajaki potensi kerja sama antar kedua daerah tersebut.
Perseroda Lampung Selatan Maju menawarkan kerja sama dalam bidang hasil bumi, khususnya jagung.
Sebab Lampung Selatan dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jagung tingkat nasional.
BACA JUGA: Perseroda Lampung Selatan Maju Jajaki Kerja Sama Jagung dengan PT ABM
Menanggapi tawaran ini, Sekretaris Perusahaan PT ABM (Perseroda) Irfan Nur Ma’ruf menilai peluang terbesar terletak pada kerja sama perdagangan maupun budi daya jagung pipil untuk kebutuhan industri, khususnya sebagai bahan baku utama pakan ternak unggas yang banyak dibutuhkan pabrik pakan di Provinsi Banten.
Berdasarkan data, belasan pabrik pakan ternak di Banten hingga saat ini masih kekurangan jagung.
Hasil pertanian jagung di Provinsi Banten sampai saat ini masih belum mampu menutupi permintaan dari perusahaan pakan ternak.
“Kalau satu pabrik memproduksi pakan ternak 10.000 ton per bulan saja, berarti kebutuhan jagungnya kurang lebih sebesar 5.000 ton per bulan. Di kali jumlah pabrik pakan ternak yang ada di Banten, itulah potensi marketnya,” urai Irfan.
Irfan menjelaskan, hasil panen agung di Provinsi Banten sampai saat ini paling banyak hanya bisa memenuhi 3 persen dari total permintaan akan jagung.
Dia berharap, melalui penjajakan ini PT ABM dapat menjalin kerja sama strategis dengan Perseroda Lampung Selatan Maju dalam mendukung program Gubernur Banten Andra Soni, terutama di sektor agribisnis jagung.
Kerja sama tersebut diharapkan mencakup perdagangan, alih teknologi budi daya, hingga pengembangan rantai pasok dari hulu ke hilir menuju swasembada jagung di Provinsi Banten.
Irfan juga menjelaskan, PT ABM (Perseroda) telah memiliki marketplace digital bernama Plaza Banten yang berfungsi sebagai platform penjualan produk UMKM sekaligus pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Melalui platform tersebut, PT ABM berupaya membantu UMKM lokal memperluas akses pasar, baik secara digital maupun offline. ***















