BANTENRAYA.COM – Investasi di Provinsi Banten terus mengalami peningkatan.
Pada tahun 2025 lalu, investasi Banten masuk ke dalam empat besar nasional sebagai daerah dengan investasi tertinggi di Indonesia.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu atau DPMPTSP Provinsi Banten Virgojanti mengungkapkan, pemerintah pusat telah merilis investasi Banten dan menyatakan masuk dalam empat besar nasional.
Namun secara rinci, data tersebut masih diolah dan belum dipublikasikan oleh DPMPTSP Provinsi Banten.
“Nanti akan kita umumkan minggu depan,” kata Virgojanti, Senin, 19 Januari 2026.
Virgojanti mengungkapkan, meski tahun 2026 baru memasuki bulan pertama Januari, namun minat investor menginvestasikan modalnya di Banten sudah cukup kencang.
Sejumlah negara, seperti China dan Singapura, pada bulan ini menyatakan akan menanamkan modal mereka.
BACA JUGA: Perizinan di Kabupaten Lebak Dipungli, ASN Bakal Diberikan Sanksi Paling Menakutkan
“China dan Singapura akan menanamkan modal senilai Rp41 trililiun,” kata Virgojanti.
Dia mengatakan, investor tidak hanya yang berasal dari luar negeri yang membuka pabrik dan semacamnya di Banten yang disebut dengan penanaman modal asing.
Ada juga investor dalam negeri yang disebut penanaman modal dalam negeri.
Investasi sendiri, kata Virgojanti, tidak berarti bahwa uang yang diinvestasikan sekaligus dibelanjakan saat itu juga.
Bila pembuatan sebuah parik saja membutuhkan waktu bertahun-tahun, maka sejalan dengan itulah investasi masuk secara berkala.
“Mudah-mudahan ini akan menambah pendapatan daerah juga,” katanya.
Di sektor sumber daya energi baru terbarukan, investor China juga berencana akan menanamkan investasi di Provinsi Banten.
Untuk penanaman modal dalam negeri, PT Propan akan menanmkan investasi senilai RP600 miliar di Banten, tepatnya di wilayah Tangerang.
“Mereka akan ekspansi dan meningkatkan produksi mereka,” katanya.
Perusahaan lain yaitu PT Mitsubishi Chemicals Indonesia (MCCI) di Kota Cilegon juga berkomitmen akan menanamkan investasi sebesar Rp5 triliun.
BACA JUGA: Walikota Cilegon Robinsar Minta Mie Gacoan untuk Lengkapi Perizinan
Investasi juga akan memberi efek penyerapan tenaga kerja.
Dari Rp1 triliun investasi akan menyerap kurang lebih 1.400 tenaga kerja.
Untuk di Lebak juga akan ada investor yang membuka perusahaan yang memiliki usaha rumah rakit. Perusahaan yang berasal dari China itu akan menanamkan investasi di Banten Selatan.***



















