BANTENRAYA.COM – Kepala SD Negeri Penancangan 3 angkat bicara perihal sejumlah orang tua murid yang keberatan nonton bareng (nobar) film cyberbullying di Bioskop Cinepolis Mall Off Serang (MOS), Kota Serang.
Keberatan sejumlah orang tua murid SD Negeri Penancangan 3 ini karena harga tiket masuk (HTM) nobar film cyberbullying dibanderol Rp 40.000 per siswa.
Harga tiket cyberbullyingtersebut dirasa memberatkan sejumlah orang tua karena tidak mampu untuk membeli tiket seharga Rp 40.000.
Sekadar informasi, nobar film di Bioskop Cinepolis Mall Off Serang menindaklanjuti sosialisasi penguatan pendidikan karakter melalui media film cyberbullying.
Nobar film cyberbullying itu berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Nomor : 400.3.10/2874-Dispendbudkot/2025 perihal penguatan pendidikan karakter melalui media film.
BACA JUGA : Marak Kejahatan Media Sosial Pada Anak, Pemerintah Keluarkan Aturan Baru
Kepala SD Negeri Penancangan 3 Ahmad Rifa’i mengatakan, pihaknya tidak mewajibkan siswa-siswinya nonton bareng (nobar) film cyberbullying di Bioskop Cinepolis Mall Off Serang (MOS).
“Ya sebetulnya tidak begitu diharuskan. Kita bebaskan anak bagi yang mau dan mampu bayar film cyberbullying,” ujar Rifa’i, ditemui di SD Negeri Penancangan 3, Selasa 30 September 2025.
Namun untuk surat edarannya, ia mengakui pihaknya mengedarkan informasi berdasarkan surat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang, Nomor : 400.3.10/2874-Dispendbudkot/2025 perihal Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Media Film yakni cyberbullying.
“Kalau diedarkannya memang mengharuskan karena itu penting buat pembelajaran anak. Sangat penting malah. Tentang bullying. Soalnya masih banyak siswa termasuk orang tua yang belum tahu tentang bullying itu seperti apa bullying itu,” ucap dia.
“Makanya mungkin salah satu tujuan dari dinas pendidikan sasarannya itu ke anak biar anak lebih paham tentang bullying, orangtua juga tahu. Makanya untuk kegiatan ini si anak dibolehkan didampingi sama orangtua selain didampingi sama guru,” imbuhnya.
BACA JUGA : Cegah Bullying, Kelompok 13 KKM Uniba Gelar Seminar di SD Negeri Pageragung
Rifa’i menyebutkan, harga tiket masuk (HTM) nobar film cyberbullying Rp 40.000 per siswa. Dari harga tersebut siswa tidak hanya mendapatkan tiket masuk bioskop, melainkan mendapatkan snack.
“Kalau diedaran Rp 40 ribu per siswa. Tapi saya belum baca juga edarannya apa. Kalau nggak salah ada semacam snack atau apa gitu. Ada. Jadi bukan murni buat bayar tiket doang. Dan itu pun kami sampaikan ke anak juga segitu sesuai edaran,” tutur Rifa’i.
Menurut dia, pihaknya belum mengetahui jumlah siswa-siswinya yang bersedia nobar film cyberbullying di Bioskop Cinepolis Mall Off Serang, karena pihaknya masih dalam proses pendataan siswa-siswinya yang berkenan nobar film cyberbullying di Bioskop Cinepolis Mall Off Serang.
“Belum. Ini masih proses pendataan. Lagi dikumpulkan siapa yang mau ikut. Baru didaftarkan nanti. Jadi ada proses pendaftaran juga buat siswa. Pokoknya yang ikut di bioskop itu didaftarkan dulu jadi ketahuan jumlahnya nanti,” kata dia.
Rifa’i memperkirakan bila nanti dari SD Negeri Penancangan 3 seluruh siswanya ikut semua, kemungkinan dalam satu sesi itu hanya siswa-siswinya dalam satu bioskop.
“Itu kalau ikut semua ada 241. Yang sudah terdata kalau nggak salah tadi pagi baru ada 20 orang apa 15 orang. Itu dari semua kelas 1-6. Data itu nantinya dilaporkan ke panitia di bioskopnya. SD Negeri Penancangan 3 itu kalau nggak salah Oktober ini,” bebernya.
Cegah Trauma Psikologis, Kelompok 79 KKM Uniba Penyuluhan Stop Bullying di SMP Negeri 2 Kopo
Untuk jadwal nobar film cyberbullying, kata dia, akan ditentukan oleh pihak Bioskop Cinepolis Mall Off Serang.
“Rencananya nanti muncul dari sana tanggalnya. Kita daftar muncul tanggalnya kebagian hari apa di bioskopnya,” kata Rifa’i.
Rifa’i mengaku pihaknya menerima surat edaran tentang nobar film cyberbullying dari Dindikbud Kota Serang sudah hampir sepekan yang lalu.
“Semingguan lah kurang lebih sampai ke sekolahnya,” akunya.
Surat edaran dari Dindikbud Kota Serang langsung diedarkan kepada wali murid SD Negeri Penancangan 3 via kontak WhatsApp (WA).
“Melalui wa. Kebetulan di sini ada korlas (koordinator kelas) ada paguyuban. Jadi kita enak tinggal ngomong ke paguyuban. Paguyuban menyampaikan ke korlas. Ditambah lagi disambung sama guru kelasnya. Wali kelasnya diperkuat. Tiap kelas kita punya koodinator tiga orang buat menghandle kebutuhan-kebutuhan siswa tentang pembelajaran,” beber Rifa’i.
Rifa’i mengaku pihaknya belum menerima laporan wali murid mengeluh atau keberatan perihal harga tiket masuk nobar film cyberbullying di Bioskop Cinepolis Mall Off Serang.
BACA JUGA : Kejari Cilegon Kampanyekan Anti Bullying ke Siswa MAN 1 Cilegon Melalui Wisata Literasi
“Belum ada. Baru ini. Biasanya sepengalaman saya selama berada di sini kalau ada apa-apa itu mereka larinya ke paguyuban. Nanti ketua paguyuban datang ke sini. Pak ini ada keluhan ini ini. Biasanya gitu. Ini sampai hari ini belum ada. Nggak tahu mungkin belum nyampe ke paguyuban kalaupun ada yang keberatan tapi sampai hari ini belum ada keluhan,” kata dia.
Ia menegaskan, pihaknya tidak memaksakan siswa-siswinya untuk nobar film cyberbullying di Bioskop Cinepolis Mall Off Serang jika memang tidak mampu.
“Kalau nggak ada kita nggak maksa. Mungkin nanti kalau tidak ikut nonton, nanti kita usahakan kita fasilitasi di sini. Kita cari seperti apa filmnya. Kebetulan kita juga punya smart board, itu bisa kita gunakan nanti bagi yang benar-benar anak yang tidak mampu buat ke bioskop, mudah-mudahan bisa kita usahakan,” terangnya.
Pihaknya pun tidak akan memberikan sanksi atau tugas pengganti bagi siswa-siswi yang tidak nobar film cyberbullying di Bioskop Cinepolis Mall Off Serang.
“Nggak ada. Sampai hari ini belum kita sampai ke sana. Saya juga belum kasih instruksi ke guru-guru,” kata Rifa’i.
Rifa’i menjelaskan, instruksi nobar film cyberbullying di Bioskop Cinepolis Mall Off Serang ini menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat.
“Ini bukan dari sekolah. Dari Komdigi mungkin mereka lewat dindik, dindik ke sekolah-sekolah,” tandasnya.
Salah seorang wali murid SD Negeri Penancangan 3 yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, anaknya tidak wajibkan oleh pihak SD Negeri Penancangan 3 untuk ikut nobar film cyberbullying di Bioskop Cinepolis Mall Off Serang.
BACA JUGA :Wanti-wanti Dindikbud Banten untuk Kegiatan MPLS, Jangan Jadi Ajang Bullying!
“Nggak di wajibin. Jadi nggak tau ini ikut apa nggak,” ujar ibu wali murid yang ditemui di luar SD Negeri Penancangan 3 saat menjemput anaknya di luar gerbang sekolah.
Serupa dikatakan wali murid SD Negeri Penancangan 3 lainnya. Kata dia, anaknya tidak ikut nobar film cyberbullying di Bioskop Cinepolis Mall Off Serang, karena tidak hobi nonton film.
“Anak saya mah nggak suka nonton. Nggak suka bawa hape. Mngkin dia mah nggak ikut karena nggak suka nonton,” ucap dia. (***)

















