BANTEN RAYA.COM – Warga Baduy menyambut kedatangan Menteri BUMN Eric Thoir dengan menainkan angklung, Rabu 20 Oktober 2021.
Bukan sembarang Angklung yang dimainkan warga Baduy menalinkan Angklung Buhun.
Dilansir dari sdm.data.kemdikbud.go.id, Angklung Buhun berbeda dengan angklung dari Jawa Barat dan dari Banyumas.
Angklung Buhun adalah alat musik tradisional dari masyarakat Baduy, Kabupaten Lebak, Banten.
Baca Juga: Tiga Hari Lagi Menuju Pilkades Serentak Kabupaten Lebak, Waspadai Pemilih Siluman
Bagi masyarakat Baduy, kesenian Angklung Buhun ini merupakan salah satu kesenian yang dianggap sakral dan memiliki nilai khusus di dalamnya.
Kesenian Angklung Buhun biasanya hanya di tampilkan pada acara tertentu saja, terutama pada saat penanaman padi dan Angklung Buhun diertunjukkan saat Menteri BUMN datang ke Baduy.
Diketahui Eric datang untuk meninjau kebakaran rumah di Baduy beberapa waktu lalu dan menyerahkan bantuan.
Baca Juga: Situ Palayangan Lebak Kembali Alami Pendangkalan, Areal Sawah Tak Bisa Terairi
Dalam lama ini disebutkan, Angklung Buhun lebih sederhana, terdiri dari 5 lima buah angklung yang ukurannya lebih lebih panjang dan ditandai dengan hiasan merumbai di atasnya.
Dengan jumlah yang terbatas, maka nada yang dihasilkan juga terbatas sehingga sulit sekali untuk digunakan sebagai pengiring vokal (lagu), kalaupun ada harus lagu-lagu khusus yang sesuai dengan Angklung Buhun.
Angklung buhun umumnya tidak dipentaskan sebagai kesenian umum tetapi lebih digunakan untuk upacara-upacara sakral.
Kesenian Angklung Buhun di wilayah kabupaten Lebak ini dipercaya sudah ada sejak terbentuknya masyarakat Baduy, sehingga bagi mereka kesenian ini memiliki makna yang sangat penting dalam mempertahankan eksistensi masyarakat di sana.
Baca Juga: Ditinggal Pacar Hingga Divonis ODGJ, Riyan Hidayatullah Kini Telah Terbitkan Dua Buku
Angklung Buhun dalam bahasa lokal mengandung arti “angklung tua” atau “angklung kuno” atau kesenian angklung para leluhur.
Dengan demikian bagi masyarakat Baduy, Angklung Buhun ini menjadi salah satu pusaka yang memiliki makna ritual dan makna tradisi yang sangat penting di dalamnya.
Namun demikian kesenian ini tidak dipertunjukkan sebagai kesenian secara umum tetapi lebih bersifat khusus dipertunjukkan dalam acara ritual masyarakat Baduy.
Di kabupaten Lebak juga tidak semua masyarakatnya familiar dengan angklung buhun, karena alat musik angklung buhun tidak ada pada sanggar sanggar seni di kabupaten lebak, tetapi lebih eklusif pada masyarakat Baduy. ***



















