BANTENRAYA.COM – Dua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Pandeglang menjadi narasumber dalam diskusi pada Bazar Ramadan Kadaharan Buka Puasa yang digelar Kelompok Kerja Wartawan (Porwan) Pandeglang, Selasa 10 Maret 2026.
Diskusi tersebut membahas ketahanan ekonomi masyarakat serta potensi dampak ketegangan geopolitik global, seperti konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, terhadap kondisi ekonomi.
Kegiatan yang menghadirkan 2 OPD itu mengusung tema pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) guna mendukung program unggulan Bupati Pandeglang, Bangga Kuliner Lokal (Bakul).
BACA JUGA: Gugatan Tukang Ojek Pangkalan di Pandeglang ke Bupati dan Gubernur Berakhir Mediasi
Dua OPD yang hadir sebagai pemateri yakni Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) serta Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Pandeglang.
Kepala Kesbangpol Pandeglang, Muklis Arifin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan sosialisasi ketahanan ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
“Melalui kegiatan ini kami mendorong penguatan peran UMKM sekaligus mendukung program Bakul agar pelaku usaha kecil bisa terus berkembang,” katanya.
BACA JUGA: Warga Jawa Tengah Tenggelam di Perairan Puloampel, Pencarian Jenazah ABK Masih Dilakukan
Menurutnya, kondisi geopolitik global dapat berdampak pada perekonomian, sehingga masyarakat perlu memperkuat ketahanan ekonomi agar lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan ke depan.
Sementara itu, Pengawas Koperasi dan UMKM DKUPP Pandeglang, Doni Romdoni, menekankan pentingnya kesiapan pelaku UMKM dalam mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga bahan baku.
“Pelaku UMKM harus mulai mencari alternatif bahan baku dan berinovasi dalam proses produksi agar usaha tetap berjalan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pelaku usaha agar menyesuaikan jumlah produksi dengan permintaan pasar serta memperhatikan kemasan produk agar lebih menarik bagi konsumen.
Menurut Doni, DKUPP Pandeglang terus melakukan berbagai program pemberdayaan UMKM, mulai dari pelatihan manajemen keuangan, digitalisasi pemasaran, hingga penggunaan QRIS untuk memperluas pasar.
“Harapannya produktivitas pelaku UMKM meningkat dan mampu memperkuat perekonomian masyarakat,” ucapnya. ***















