BANTENRAYA.COM – Berikut 4 fakta seputar keberadaan pagar laut di Perairan Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten.
Pagar laut di Tanara ini kini kembali dipermasalahkan warga setempat dan nelayan seiring viralnya polemik kasus serupa di Kabupaten Tangerang yang bahkan panjangnya sampai 30 kilometer.
Untuk mengecek kabar pagar laut, Bantenraya.com berkesempatan untuk berlayar ke tengah laut lokasi fasilitas tersebut didampingi nelayan dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tanara, Sabtu 25 Januari 2025.
Diketahui, pagar laut menjadi isu yang menyedot perhatian masyarakat secara luas ketika diteukan di Kabupaten Tangerang.
Selain membatasi para nelayan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengungkapkan jika sudah terbit ratusan sertifikat hak guna bangunan (HGB) dan sertifikat hak milik (SHM) di atas laut tersebut.
Setelah kasusnya viral, pagar laut di Kabupaten Tangerang akhirnya dibongkar dan BPN juga mencabut atau membatalkan penerbitan sertifikat di area tersebut.
Baca Juga: Link Nonton Check In Hanyang Episode 11 Sub Indo Full Movie serta Spoiler Bukan Bilibili
Kini, warga di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang menuntut perhatian serupa dari pemerintah untuk mengusut kebaradaan pagar laut di wilayah tempat tinggalnya.
Berikut 4 fakta terkait kebaradaan pagar laut di Perairan Tanara berdasarkan pantauan lapangan dan wawancara.
1. Berlokasi di Perairan Desa Pedaleman
Titik awal pagar laut ini berada di persis di perbatasan antara Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang dengan Kecamata Kronjo, Kabupaten Tangerang.
Baca Juga: Heboh Parade Planet Sejajar Pada 25 Januari, Begini Fakta dan Tips Melihat Fenomena Langka
Sementara untuk pagar lautnya sendiri berada di area Perairan Desa Pedaleman, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.
2. Pagar Laut Menggunakan Patok Bambu
Untuk material pemasangan pagar laut di Kabupaten Serang mirip dengan yang ada di Kabupaten Tangerang.
Sebagian besar patok tersebut menggunakan bambu yang ditancapkan ke dasar perairan yang disusun membtuk sebuah barikade.
Baca Juga: Link Twibbon Peringatan Isra Miraj 2025, Desain Penuh Warna dan Beda dengan yang Lain
Berdasarkan keterangan warga dan nelayan setempat, pagar barikade tersebut memiliki panjang sejauh 3 kilometer.
3. BPD Pastikan Bukan Dibangun oleh Warga
Kepala BPD Tanara Jayadi mengatakan, secara spesifik dirinya tak mengetahui kapan tepatnya pagar laut itu dibangun.
Namun dari dokumen yang dimiliknya, pagar laut tersebut setidaknya sudah ada sekitar bulan Juli 2023 lalu.
Baca Juga: Penjualan New Honda PCX 160 di Banten Tembus 500 Unit Pada 2025, Ada Empat Pilihan Warna
“Juli 2023. Kalau yang masang ini orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya kepada Bantenraya.com usai meninjau pagar laut.
Ia menegaskan, meski tak tahu siapa pihak yang memasang dan bertanggung jawab atas pemasangan pagar laut, namun dipastikan itu bukan dari warga setempat maupun nelayan.
“Bukan, dipastikan tidak ada,” katanya.
Baca Juga: Mengenal Ha Young Pemeran Suster Cheon Jang Mi di The Trauma Code Heroes On Call Beserta Instagram
Sementara itu, nelayan asal Desa Tanara Muhammad Salim mengungkapkan keresahannya terkait keberadaan pagar laut di Perairan Desa Pedaleman.
Pasalnya, lokasi yang kini dikavling tersebut merupakan lokasi tangkap ikan para nelayan kecil yang tak bisa melaut jauh ke tengah laut.
“Sangat menganggu dan merugikan bagi nelayan kecil termasuk yang ada patokanya itu tempat keseharian nelayan kecil melepas jaring,” ujarnya kepada Bantenraya.com.
Baca Juga: Bantuan ‘Cegah Stunting Itu Penting’ BRI Peduli, Komitmen Dukung Pemerintah Tekan Angka Penderita
Ia berkeyakinan jika yang membangun pagar laut ini adalah perusahaan dan memastikan bukan dibangun oleh warga setempat atau nelayan.
“Oleh PT kayaknya, bukan swadaya,” tuturnya.
Meski tak menyebut nama perusahaan yang dimaksud namun di dekat lokasi terdapat sebuah plang yang menerangkan jika lahan dekat pagar laut adalah milik perusahaan berinisial BG.
Baca Juga: Mengenal Ha Young Pemeran Suster Cheon Jang Mi di The Trauma Code Heroes On Call Beserta Instagram
4. Sudah Ada Sejak 2023
Ketua BPD Tanara Jayadi juga mengungkapkan, secara spesifik dirinya tak mengetahui kapan tepatnya pagar laut itu dibangun.
Namun dari dokumen yang dimiliknya, pagar laut tersebut setidaknya sudah ada sekitar bulan Juli 2023 lalu.
“Juli 2023. Kalau yang masang ini orang yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya kepada Bantenraya.com usai meninjau pagar laut. ***


















