BANTENRAYA.COM – Asih Kurnia Dewi (34 tahun) terbilang sukses menjadi pengusaha wedding organizer (WO) di Provinsi Banten, pasalnya Dewi mampu mendapatkan belasan projek pernikahan setiap bulan dengan omzet mencapai miliaran rupiah.
Mengusung nama Dewi Production sebagai WO yang siap memberikan servis terbaik kepada konsumen di Banten, saat ini konsep bisnis yang dimilikinya sudah besar dan bergeser menjadi one stop event, untuk semua kegiatan.
Namun, dibalik kesuksesannya tersebut, Dewi sempat tidak melanjutkan pendidikan kuliah akibat keluarganya terlilit hutang, hingga memaksa Dewi untuk berhenti dan mencari pekerjaan.
“Tahun 2006 saya masuk ke Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, namun kondisi keuangan tidak memungkinkan, jadi saya putuskan untuk bekerja menjadi asisten rumah tangga dan bekeja di salah satu salon rambut dan make up,” kata Dewi kepada Banten Raya di Jalan Ayip Usman nomor 89, Cikepuh, Unyur Kota Serang, Kamis (29/2/2024).
Baca Juga: Ini Strategi Jitu Untuk Dongkrak Penjualan, Mitsubishi Bidik Pengusa Rental Mobil di Banten
Setelah dua tahun bekerja dan belajar merias pengantin, dengan modal yang dirasa sudah cukup, Dewi memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di Universitas Islam Negeri Maulana Hasanuddin yang sempat tertunda, sembari bekerja dan melunasi hutang keluarga.
Dengan bermodalkan kerja keras dan semangat untuk belajar, yang awalnya Dewi hanya memiliki peralatan make up, perlahan-lahan ia mulai menambah koleksi baju pengantin dan perlengkapan lainnya.
“Tahun 2012 saya lulus, dan singkat cerita tahun 2016 saya memutuskan membeli rumah dan mulai dengan nama Dewi Production ini. Dari situ mulai nambah bangunan dan beli tanah,” ucap bungsu enam bersaudara tersebut.
Saat ini, Dewi Production melayani berbagai keperluan WO seperti sewa gaun pengantin, rias pengantin, sewa tenda, hingga perhelatan event besar.
“Dalam satu bulan rata-rata kita mendapatkan 12 projek wedding, paling besar memang kami pernah mendapatkan omzet Rp1 miliar melalui salah satu event,” papar Dewi.
Baca Juga: Harga Telur di Pandeglang Bertahan Tinggi Rp 32 Ribu Perkilo, Telur Pecah Diburu Pembeli
Berkat kegigihannya itu, Dewi sukses mengubah nasib keluarga yang awalnya serba keterbatasan dan terlilit hutang rentenir hingga memiliki kehidupan yang lebih layak.
“Alhamdulillah lewat bisnin WO Dewi Production ini bisa bangun rumah, beli kendaraan, beliin orang tua rumah juga,” terangnya.
Untuk menghadapi persaingan bisnis WO yang semakin marak di Banten, ia juga sudah melakukan pemasaran melalui digital dan berbagai platform media sosial.
“Karena saya belajar terkait web design, dan itu yang menjadi strategi Dewi Production ini besar, dan sekarang kita harus mengikuti perkembangan zaman, yaitu pemasaran melalui Instagram, TikTok dan media sosial lain,” kata Dewi. (***)















