BANTENRAYA.COM – Kabar buruk menghampiri negara rival tetangga Malaysia usai gagal mendapatkan pemain keturunan yang kini berkarir bersama Akademi Manchester United.
Sebagaimana diketahui di tengah Timnas Indonesia yang kebanjiran pemain keturunan presiden federasi sepak bola Malaysia Haji Hamidin bin Haji Mohd Amin baru baru ini muncul di publik
Dirinya turut buka suara soal kabar yang mengatakan yakni banyak pemain keturunan Malaysia yang tersebar di klub-klub Top Eropa.
Haji Muhidin pun secara singkat menegaskan bahwa kabar yang tersebar di berbagai platform media sosial disebutnya tidak benar.
Ia memastikan FAM sama sekali tidak memproses satupun pemain keturunan untuk dinaturalisasi.
Oleh karena itu, Haji Hamidin heran ketika FAM disebut-sebut sedang memburu banyak pemain keturunan.
Baca Juga: Gedung Eks RSUD Pandeglang : Warisan Arsitektur Kolonial yang Tetap Dilestarikan
“Saya ingin bercerita tentang pemain naturalisasi ada beberapa media atau portal sepak bola yang mengatakan FAM sudah melakukan dokumentasi,” ujar Haji Hamidin.
“Di pihak kami tidak ada apa-apa Minggu lalu saya bertemu pelatih Timnas Malaysia Kim pangon dan tidak ada pembicaraan soal pemain keturunan” Lanjutnya.
“Mereka pemain keturunan yang digembar-gemborkan akun media sosial Malaysia memiliki darah Malaysia bukan orang Malaysia. jadi itu banyak yang palsu,” tegas presiden FAM dikutip dari media Malaysia Makan Bola.
Perlu diketahui, sebelumnya akun Instagram atau Tiktok @frfuturetalents membagikan sejumlah pemain yang disebut mereka memiliki darah Malaysia.
Salah satunya adalah penyerang Manchester United U18 Ethan Wheatley. Jika Ethan Wheatley benar-benar bisa dinaturalisasi tentunya akan jadi kabar membahagiakan bagi Timnas Malaysia.
Namun jika ternyata Ethan Wheatley tidak memiliki darah Malaysia apa yang disampaikan Dato Hamidin Boh Amin.
Baca Juga: Harga Telur di Pandeglang Bertahan Tinggi Rp 32 Ribu Perkilo, Telur Pecah Diburu Pembeli
Maka terbukti benar jauh ini Timnas Malaysia memang banyak diperkuat oleh pesepak bola naturalisasi namun mayoritas yang dinaturalisasi.***



















