BANTENRAYA.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang menetapkan kejadian luar biasa (KLB) untuk penyakit difteri dan campak yang ditemukan dibeberapa kecamatan di Kabupaten Serang.
Munculnya penyakit difteri dan campak tersebut karena pada 2020 dan 2021 terjadi penurunan capaian vaksin rutin pada balita.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang Agus Sukmayadi mengatakan, saat ini Provinsi Banten dan Kabupaten Serang sedang terjadi KLB difteri dan KLB campak.
“Gejala difteri dan campak mirip dengan gejala Covdi-19 menyerang infeksi pada hidung dan tenggorokan dengan demam yang tinggi,” ujar Agus, Selasa (27/9).
Ia mengungkapkan, penyakit difteri di temukan di Kecamatan Kramatwatu, Kecamatan Kibin, dan di Kecamatan Kragilan. Untuk di Kecamatan Kibin telah dilakukan vaksinasi secara massal untuk melokalisir penyebaran.
“Penyakit difteri terutama menyerang anak-anak dan sangat menular temasuk kepada orang tua. Difteri sangat menular tapi dapat disembuhkan,” katanya.
Baca Juga: Melonjak Tajam, Kabupaten Serang Punya 115 Ribu Pemilih Baru
Sedangkan untuk penyakit campak atau yang dikenal dengan rubeola ditemukan di Kecamatan Tirtayasa dan di Kecamatan Padarincang dengan total 62 kasus dan menyerang anak-anak dan balita.
“Penyebab utamanya morbillivirus, pengambil sampel sama dengan swab melalui hidung maupun tenggorokan. Kita ambil terus dilakukan pemeriksaan di laboratorium,” tuturnya.
Agus menjelaskan, penyebab dua penyakit tersebut dikarenakan pada tahun 2022 dan 2021 ada penurunan capaian angka vaksin rutin karena kontak antara pasien dengan tenaga kesehatan (Nakes) dikurangi, sehingga banyak orangtua yang memiliki anak dan balita tidak mendatangi posyandu dan puskesmas untuk dilakukan vaksin rutin.
“Penyakit difteri dan campak ini dapat dicegah dengan imunisasi,” paparnya.*


















