BANTENRAYA.COM – Hasil tankap ikan yang dilakukan oleh ratusan nelayan Kecamatan Anyae, Kabupaten Serang mengalami penurunan dalam kurun waktu satu bulan terakhir.
Turunnya hasil tangkap ikan tersebut disebabkan karena adanya faktor pergantian musim hujan dari musim hujan ke kemarau yang sering terjadi setiap tahunnya.
Koordinator Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paku, Kecamatan Anyar Anwar mengatakan, saat musim hujan hampir semua nelayan tidak bisa pergi melaut karena adanya fenomena angin barat sehingg berdampak pada hasil tangkap ikan.
Baca Juga: Persic Cilegon VS Persebata Lembata, Persic Fokus Incar Poin di Laga 16 Besar
“Saat ini masih kurang karena faktor cuaca dari musim hujan ke musim panas, cuacanya sekarang sudah mulai bagus meski hasil tangkap masih cenderung belum stabil,” ujarnya, Kamis 8 Mei 2025.
Ia menjelaskan, para nelayan di kawasannya sering mencari ikan pada malam hari karena hasilnya dinilai lebih banyak daripada mencari ikan di siang hari.
“Untuk malam hari per kapal rata-rata 30 sampai 40 kilogram dan paling banyak ikan bersisik seperti ekor kuning, ikan lencam, ikan salem, ikan kerapu. Tapi kalau siang hasil tangkapnya sangat minim,” katanya.
Baca Juga: Empat Bulan, 1.723 Pencaker di Kota Serang Ajukan Pembuatan Kartu AK1
Anwar memprediksi, hasil tangkap ikan akan naik kembali pada Agustus hingga September karena sudah mulai memasuki musim panas.
“Biasanya kondusifnya bulan delapan dan sembilan itu hasil tangkap bagus, bahkan hasil tangkapnya bisa sampai 1 kuintal perkapal,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, beberapa nelayan juga mulai membutuhkan alat tangkap yang sudah mulai rusak sehingga menghambat mereka untuk mencari ikan.
Baca Juga: Gelombang PHK Menghantui Buruh, Disnaker Kota Cilegon Harapkan Kolaborasi Antar Stakeholder
“Yang dibutuhkan oleh nelayan saat ini beberapa alat-alat tangkap untuk membantu mereka mencari ikan. Sedangkan untur kebutuhan solar Alhamdulillah masih bisa kita atasi,” paparnya.
Selain itu, terdapat beberapa nelayan juga beralih profesi menjadi pekerja serabutan lantaran hasil tangkapnya tidak kunjung stabil.
“Kalau tidak stabil gini ya beberapa nelayan kerja serabutan, tapi kalau saat ada fenomena angin barat itu hampir semua nelayan alih profesi,” tuturnya. ***

















