BANTENRAYA.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang dan 13 Kelompok Tani (Poktan) di Desa Rahasia Masigit, Kecamatan Carenang mulai memperbaiki penampang air yang rusak parah.
Perbaikan penampang air tersebut dilakukan dengan cara bergotong royong untuk memasang beberapa drum yang berfungsi mengalirkan air ke sawah-sawah warga.
Sekretaris DKPP Kabupaten Serang Yuli Saputra mengatakan, perbaikan penampang air tersebut ditargetkan selesai pada dua pekan ke depan sehingga petani dapat mengolah tanah.
Baca Juga: Tips Habiskan Waktu Produktif Ala Rully Kusumawardhany, Semua Bisa tapi Belum Tentu Mau
“Dua pekan kedepan mudah-mudahan para petani bisa melakukan olah tanah. Seharusnya mereka sudah memulai olah tanah untuk masa tanam kedua,” ujarnya di Desa Ragas Masigit, Selasa 29 April 2025.
Ia menjelaskan, perbaikan dilakukan oleh 13 kelompok tani yang ada di Desa Ragas Masigit dengan cara mengengkut beberapa drum untuk dipasang menjadi irigasi penyalur air sawah.
“Kita sudah koordinasi dengan BBWSC3 dua pekan yang lalu, dan memang prosesnya agak lumayan lama,” tuturnya.
Baca Juga: Absen Setor Dividen, Jamkrida Banten Catat Rugi Rp957 Juta di Tahun 2024
“Alhamdulillah di sini petaninya kompak mereka bersedia gotong royong mengangkut drum yang sudah disediakan,” katanya.
Yuli menuturkan, kebutuhan penampang air tersebut sangat mendesak lantaran lima kelompok tani tidak bisa melakukan olah tanah di sawah seluas 124 hektare.
“Mereka mengangkut drumnya satu persatu dari kampung menuju penampang yang rusak, mereka jalan sejauh 1 kilometer. Nantinya drum nya akan di las untuk menyambungkan irigasi,” jelasnya.
Baca Juga: 3 Link Twibbon Peringatan Hari Tari Sedunia 2025, Desain Terbaru dan Gratis Cocok di Medsos
Ketua Poktan Panca Intan 5 Desa Ragas Masigit Dulsalim mengaku bersyukur, atas adanya perbaikan penampang air yang diperlukan untuk mengolah tanah milik para petani.
“Istilahnya penampang ini bisa memperlancar aliran air dari Bendung Pamarayan sampai sini. Rusaknya mulai dari Desember 2024 dan diperparah saat Februari 2025 setelah adanya hujan besar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan air tersebut sangat mendesak bagi ratusan petani di Desa Ragas Masigit yang belum melalukan olah tanah pada masa tanam kedua.
Baca Juga: 3.000 Titik PJU di Kabupaten Serang Rusak, Butuh Anggaran Rp3 Miliar Agar Semua Kembali Normal
“Alhamdulillah ini kita kerjakan dengan cara gotong royong, totalnya ada 124 hektare sawah belum melakukan olah tanah. Makannya kita minta bantuan dan hari ini mulai dikerjakan,” katanya. ***


















