BANTEN RAYA.COM – Sebanyak 3.000 anak di bawah lima tahun (Balita) masih belum mendapatkan layanan imunisasi lengkap atau zero dose. Banyaknya Balita yang masih zero dose tersebut terungkap saat launching Pekan Imunisasi Dunia (PID) oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Serang di Kantor Desa Kareo, Kecamatan Jawilan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit P2P Dinkes Kabupaten Serang Istianah Hariyanti mengaku tengah berupaya untuk mempercepat pemberian imunisasi lengkap kepada Balita.
“Berdasarkan data yang ada di kita, ada 3.000 anak yang statusnya zero dose. Zero dose adalah kondisi anak belum menerima vaksin rutin apa pun,” ujarnya, Rabu (23/4).
Ia menjelaskan, 3.000 anak yang masih berstatus zero dose tersebut akan dilakukan percepatan pemberian imunisasi pada momen PID tahun ini.
“Momen PID ini intinya untuk mengejar percepatan imunisasi lengkap bagi bayi dan balita di Kabupaten Serang. Masih banyak anak yang belum lengkap imunisasinya dari usia 18 bulan sampai usia 5 tahun,” katanya.
Baca Juga: ASN Kabupaten Serang Baru Diimbau Tidak Korupsi dan Jaga Kedisiplinan
Istianah menuturkan, pihaknya akan melakukan percepatan pemberian vaksin terhadap 3.000 balita dengan melibatkan kader Posyandu di seluruh kecamatan.
“Untuk pelaksanaannya di semua wilayah yang ada di Kabupaten Serang dan di 31 Puskesma. Jadi semua Posyandu sampai akhir April ini melaksanakan PID,” jelasnya.
Kepala Puskesmas Jawilan Imas Migiarti mengatakan, pada hari pertama launching PID hingga pukul 10.00 WIB pihaknya sudah memberikan pelayanan imunikasi terhadap 200 anak yang masih bersatus zero dose.
“Sejak dibuka oleh Dinkes, anak yang datang ke sini ada sekitar 200 orang, kita masih tunggu sampai pukul 11.30 WIB,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemberian imunisasi lengkap tersebut sangat penting untuk kesehatan Balita dan supaya terhindar dari berbagai penyakit yang membahayakan.
Baca Juga: Dampak Efisiensi Anggaran, Pemkot Hanya Fasilitasi 10 UMKM di HUT Cilegon
“Kita harapkan banyak Balita yang mau diberikan imunisasi. Vaksin lengkap ini sangat baik untuk mencegah penyakit yang membahayakan seperti campak, TBC (tuberculosis), DBD (demam berdarah dengue), dan pertusis,” katanya. (***)


















