BANTENRAYA.COM – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia, telah menyampaikan secara resmi hasil pengukuran Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) Tahun 2025 melalui surat tertanggal 20 Februari 2026.
Pengukuran ini merupakan bagian dari laporan dan evaluasi penyelenggaraan urusan pemerintahan bidang perpustakaan, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 serta Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 100.2.1.7-109 Tahun 2026 tentang indikator kinerja kunci, bobot, dan penilaian penyelenggaraan pemerintah daerah.
Berdasarkan hasil pengukuran yang telah melalui masa sanggah seluruh provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia, Provinsi Banten menorehkan capaian yang membanggakan dengan menempati peringkat kedua nasional dalam IPLM Tahun 2025 dengan skor 48,59.
BACA JUGA: Ruce Nuenda Banjir Hujatan Usai Keluyuran Saat Kena Campak, Mama Ebra Sampaikan Permohonan Maaf
Posisi pertama diraih oleh Provinsi Jawa Timur dengan skor 56,29, menjadikan Banten sebagai salah satu daerah dengan performa literasi paling progresif di tingkat nasional.
Literasi Peringkat Dua, Prestasi Strategis Banten
Capaian peringkat kedua nasional ini merupakan prestasi strategis yang menunjukkan bahwa ekosistem literasi di Banten berkembang secara konsisten dan terarah.
Di tengah dinamika sosial dan tantangan era digital, keberhasilan mempertahankan posisi papan atas dalam indikator literasi menjadi bukti nyata bahwa kebijakan dan program literasi daerah berjalan efektif dan berdampak.
BACA JUGA: Pendaftaran Mudik Masih Dibuka, Kemenhub Siapkan Layanan Angkutan Motor Gratis Mudik Lebaran
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kinerja Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten yang terus memperkuat layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial, inovasi program literasi, serta pengembangan akses literasi yang lebih merata.
Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Usman Assidiqi Qohara, arah kebijakan literasi di Banten dinilai semakin adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Namun demikian, hasil pengukuran juga memberikan catatan penting bahwa Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masih berada pada level yang perlu mendapat perhatian serius dan terobosan kebijakan.
BACA JUGA: Dikenal Tajir Melintir, Nagita Slavina Bocorkan Amalan ‘Jalur Langit’ yang Sering Dilakukan
Kondisi ini menjadi refleksi bahwa pembangunan literasi tidak cukup hanya melalui penguatan indeks, tetapi harus diiringi dengan pembudayaan membaca sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat.
Secara konstruktif, posisi peringkat kedua nasional justru menjadi momentum emas bagi Banten untuk melakukan akselerasi gerakan literasi yang lebih masif dan terukur.
Penguatan perpustakaan sekolah, perpustakaan desa, taman baca masyarakat, serta literasi keluarga dan literasi digital perlu terus diperluas agar TKM meningkat secara signifikan dan berkelanjutan.
Kepala Bidang Perpustakaan Tunul Lasniatin menyampaikan capaian ini merupakan hasil kerja kolektif yang patut disyukuri sekaligus dijadikan pemicu untuk bekerja lebih keras.
Ia menegaskan bahwa inovasi program literasi berbasis masyarakat, kolaborasi dengan dunia pendidikan, serta penguatan gerakan membaca di ruang publik akan terus digencarkan agar budaya literasi semakin hidup di Banten.
Dengan capaian IPLM peringkat kedua nasional Tahun 2025, Provinsi Banten berada pada jalur yang tepat dalam pembangunan literasi daerah.
Apresiasi patut diberikan kepada seluruh jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten atas dedikasi dan konsistensinya.
Ke depan, sinergi kebijakan, inovasi program, dan partisipasi masyarakat akan menjadi kunci agar Banten tidak hanya unggul dalam indeks literasi, tetapi juga mampu melompat menjadi provinsi dengan budaya gemar membaca yang kuat dan berdaya saing nasional. ***















